Breaking News

Jembatannya Dihancurkan, Iran 'Hajar' Markas F-16 Hingga Kapal Amfibi AS


Serangan Amerika Serikat-Israel yang menghancurkan jembatan di Karaj mendapat balasan.  Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan pada Jumat (3/4/2026), Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut Iran telah melancarkan serangkaian serangan terkoordinasi dalam Gelombang 92 Operasi Janji Setia 4 (True Promise 4).

Serangan ini menargetkan instalasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan dengan menggunakan rudal balistik canggih serta drone tempur kamikaze. IRGC menyatakan, sejumlah kapal pendarat amfibi (LCU) milik AS yang bersandar di Pelabuhan al-Shuwaikh, Kuwait, hancur terkena hantaman rudal balistik.

LCU merupakan kapal angkut berat yang digunakan pasukan amfibi, terutama Angkatan Laut AS, untuk memindahkan pasukan, kendaraan, dan peralatan dari laut ke darat.

Selain itu, serangan drone dilaporkan menghancurkan radar pengawas udara taktis 3D berperforma tinggi, AR327 Commander. Radar pita-S yang dirancang untuk deteksi jarak jauh dan pertahanan udara tersebut berlokasi di situs radar Jabal al-Dukhan, Bahrain.

Sistem radar ini sejatinya memiliki kemampuan mobilisasi cepat yang dapat dioperasikan di lingkungan ekstrem, mulai dari Arktik hingga kawasan Teluk.

Skuadron F-16 Jadi Sasaran

Angkatan Dirgantara IRGC juga melakukan serangan rudal ke Pangkalan Udara Ramat David di tenggara Haifa, yang merupakan markas bagi skuadron jet tempur F-16 Israel.

Tak hanya itu, rudal Khorramshahr-4 berbahan bakar hypergolic yang dilengkapi hulu ledak klaster turut diluncurkan.

Serangan ini dilaporkan menyasar lebih dari 50 lokasi di Tel Aviv dan wilayah pendudukan lainnya sebagai bagian dari taktik "balas api" (fire-for-fire). Dampak dari bom klaster tersebut tercatat di beberapa wilayah di Haifa pada Jumat waktu setempat.

IRGC juga mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan jet tempur F-35 milik AS untuk kedua kalinya di wilayah udara Iran pusat. Pesawat tersebut dilaporkan milik skuadron Lakenheath Angkatan Udara AS yang berbasis di Inggris. Ini menyusul klaim jatuhnya pesawat serupa dalam kurun waktu 12 jam terakhir.

Iran Peringatkan Aksi Balasan Masif

Sebelumnya pada Jumat, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengeluarkan peringatan keras. Iran mengancam akan menyerang seluruh aset AS dan Israel di kawasan jika Washington merealisasikan ancaman untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran.

Menanggapi ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump yang menargetkan jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur energi Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari menegaskan bahwa tindakan tersebut akan memicu respons militer Iran yang menyeluruh.

“Jika ancaman ini dilaksanakan, angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak hanya akan menargetkan seluruh aset rezim Zionis dan Amerika Serikat di sektor bahan bakar, energi, pusat ekonomi, dan pembangkit listrik di seluruh kawasan dan wilayah pendudukan, tetapi juga akan menyerang aset yang lebih kritis dan luas dengan intensitas yang lebih besar,” tegas Zolfaghari.

Peringatan ini juga diperluas kepada negara-negara yang menampung pangkalan AS. Zolfaghari menyatakan bahwa negara-negara tersebut akan menjadi sasaran serangan jika terus memberikan perlindungan bagi pasukan militer AS. Ia secara eksplisit mendesak negara-negara tersebut untuk memaksa pasukan AS keluar dari wilayah mereka agar tidak terkena dampak dari konflik yang terjadi.

Sumber: republika
Foto: Rudal Khorramshahr-4 diluncurkan oleh IRGC/Net

Jembatannya Dihancurkan, Iran 'Hajar' Markas F-16 Hingga Kapal Amfibi AS Jembatannya Dihancurkan, Iran 'Hajar' Markas F-16 Hingga Kapal Amfibi AS Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar