Israel Akui Empat Tentaranya Tewas di Tangan Hizbullah
Eskalasi pertempuran di perbatasan selatan Lebanon-Palestina yang diduduki (Israel) kian memanas. Tentara penjajah terus menjadi korban penyergapan pejuang Hizbullah. Al Jazeera melaporkan pada Selasa (31/3/2026), otoritas militer Israel mengonfirmasi empat tentaranya tewas dalam operasi di Lebanon selatan.
Otoritas militer penjajah memperinci identitas tiga tentara yang tewas tersebut, yakni dua prajurit berusia 21 tahun dan satu prajurit berusia 22 tahun. Sementara itu, detail prajurit keempat masih dirahasiakan dengan alasan "namanya belum diizinkan untuk dipublikasikan." Dengan tambahan ini, sedikitnya 10 tentara Israel dilaporkan tewas di Lebanon Selatan sejak perluasan invasi dimulai awal bulan ini ke Lebanon.
Di sisi lain, perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, menegaskan komitmennya untuk terus membela kedaulatan tanah air dan rakyatnya. Melalui operasi balasan bertajuk "Devoured Straw" (Jerami yang Dimakan), Hizbullah meluncurkan serangkaian operasi militer tingkat tinggi yang menargetkan benteng-benteng pertahanan musuh.
Operasi ini melibatkan kombinasi serangan artileri, roket, dan drone bunuh diri yang secara konsisten membidik konsentrasi tentara serta kendaraan lapis baja Israel di sepanjang perbatasan dan pemukiman ilegal di wilayah utara.
"Perlawanan terus melakukan konfrontasi tanpa henti, serangan terkoordinasi, dan keterlibatan langsung dengan pasukan pendudukan untuk mendegradasi kemampuan tempur lawan," tulis pernyataan resmi Hizbullah, Selasa (31/3/2026).
Ainata Jadi Saksi
Selatan Lebanon kembali menjadi medan pertempuran yang paling berdarah bagi pasukan pendudukan Israel (IDF). Sepanjang Senin (30/3/2026), kota Ainata dan poros Aitaroun-Ainata menjadi saksi bisu salah satu operasi perlawanan paling intensif di mana pasukan infanteri dan kavaleri Israel terjebak dalam rangkaian penyergapan maut yang dipersiapkan dengan matang oleh pejuang Hizbullah, tulis media berbasis di Beirut, Al Mayadeen.
Dari lokasi kejadian, koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa Ainata kini muncul sebagai titik pusat perlawanan strategis. Pasukan Israel yang mencoba merangsek maju disambut dengan hujan rudal pemandu dan ledakan perangkat improvisasi (IED) yang menyebabkan kepanikan dan kerugian besar di pihak agresor.
Berdasarkan kesaksian lapangan, pasukan Hizbullah berhasil memancing unit-unit Israel ke dalam zona penyergapan yang telah dirancang sedemikian rupa. Di poros Aitaroun-Ainata, tank-tank Israel yang sedang melaju dihantam rudal pemandu dan ranjau darat secara simultan. Kontak tembak terjadi dalam jarak yang sangat dekat—bahkan saling berhadapan muka—membuat keunggulan teknologi militer Israel menjadi tumpul di medan yang terjal.
Insiden paling dramatis terjadi ketika satu unit infanteri Israel mencoba berlindung di sebuah bangunan residensial di Ainata. Pejuang perlawanan merespons dengan meluncurkan rudal presisi yang menghantam gedung tersebut, menyebabkan seluruh anggota unit di dalamnya tewas atau terluka.
"Pasukan pendudukan tidak akan pernah melupakan hari yang sangat sulit di Ainata ini. Mereka yang berani menginjakkan kaki di tanah ini telah diajarkan pelajaran yang sangat keras," lapor koresponden di Lebanon Selatan, mengutip para saksi mata.
Targetkan Markas Unit 8200
Dalam salah satu aksi paling signifikan, Hizbullah mengklaim telah berhasil menyerang Markas Besar Glilot. Fasilitas ini merupakan pusat komando bagi Unit Intelijen Militer 8200 yang sangat rahasia, terletak di pinggiran kota Tel Aviv.
Unit 8200 dikenal sebagai unit elit Israel yang bertanggung jawab atas intelijen sinyal dan perang siber. Serangan terhadap jantung intelijen ini menandakan kemampuan Hizbullah untuk menembus sistem pertahanan udara Israel dan menjangkau target strategis jauh di dalam wilayah pendudukan.
Selain target di Tel Aviv, berbagai fasilitas militer Israel lainnya seperti barak, pos pemeriksaan, dan pangkalan operasional juga menjadi sasaran tembakan berkelanjutan. Hizbullah melaporkan adanya beberapa dampak langsung yang dikonfirmasi, yang bertujuan untuk mengganggu tempo operasional militer Israel.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa invasi darat Israel tidak berjalan mulus. Medan terjal di selatan Lebanon, ditambah dengan taktik gerilya yang presisi dari para pejuang, telah menciptakan palung atrisi yang menguras personel dan material perang Israel. Dunia kini menanti, sejauh mana eskalasi ini akan berkembang di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa di kedua belah pihak.
Sumber: republika
Foto: Tentara Israel Defense Force (IDF) mengangkat peti mati rekannya, Elkana Vizel, di pemakaman militer Mount Herzl , Yerusalem, Selasa (23/1/2024). Elkana Vizel tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza. Sebenyak 21 tentara IDF tewas menyusul ambruknya gedung di Khan Yunis setelah terkena granat berpeluncur roket Hamas/Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN
Israel Akui Empat Tentaranya Tewas di Tangan Hizbullah
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
%20mengangkat%20peti%20mati%20rekannya.jpg)
Tidak ada komentar