Iran tak Gentar Diancam Trump dengan Blokade Selat Hormuz
Iran menyatakan tak akan tunduk pada gertakan Presiden AS Donald Trump memblokade Selat Hormuz. Perunding utama negara itu, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan AS sedari awal memang telah mencoba menggagalkan kesepakatan.
“Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun,” kata Qalibaf dilaporkan media pemerintah. Ia menyatakan Iran mempunyai inisiatif yang sangat baik untuk menunjukkan niat baik dalam perundingan dengan AS sehingga menghasilkan kemajuan dalam perundingan.
Qalibaf mengatakan ancaman baru Donald Trump tidak akan berdampak pada bangsa Iran. "Kalau AS melawan ya kami lawan, dan kalau maju dengan logika, kami hadapi dengan logika. Kami tidak akan tunduk pada ancaman apapun, biarkan mereka menguji kemauan kami sekali lagi agar kita bisa memberikan pelajaran yang lebih besar kepada mereka," ujarnya.
Ghalibaf yang juga ketua Parlemen Iran, juga mengingatkan Gedung Putih tentang kenaikan harga minyak di AS. “Nikmati angka di pom bensin saat ini,” tulisnya. “Dengan apa yang disebut ‘blokade’, Anda akan segera merindukan gas senilai 4–5 dolar AS.”
Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa perundingan kemarin antara AS dan Iran sebenarnya hampir mencapai kesepakatan pada beberapa titik, namun akhirnya gagal karena AS “menggeser tujuan.”
“Dalam pembicaraan intensif pada tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang,” tulisnya. "Tetapi ketika hanya beberapa senti saja dari 'MoU Islamabad', kami dihadapkan sikap maksimalisme, pergeseran tujuan, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang diambil AS. Niat baik menghasilkan niat baik. Permusuhan menimbulkan permusuhan."
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa kesepakatan dengan AS dapat dicapai jika “pemerintah Amerika meninggalkan totalitarianismenya.” “Jika pemerintah Amerika meninggalkan totalitarianismenya dan menghormati hak-hak bangsa Iran, pasti akan ada cara untuk mencapai kesepakatan,” tulis Pezeshkian.
Pernyataannya menyusul percakapan telepon sebelumnya yang dilakukan Pezeshkian dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Ahad, di mana ia dilaporkan mengatakan bahwa Teheran siap mencapai kesepakatan untuk menjamin “perdamaian regional yang abadi”, asalkan kepentingan nasional Iran dihormati.
Donald Trump mengatakan AS akan mulai memblokir Selat Hormuz dalam upaya untuk mengambil kendali jalur air strategis dari Iran setelah kegagalan negosiasi perdamaian antara negara-negara di Pakistan. Presiden AS juga mengancam akan mengebom fasilitas pengolahan air serta pembangkit listrik dan jembatan Iran, mengulangi ancaman sebelumnya, jika Teheran tidak setuju untuk meninggalkan program nuklirnya.
Pengumuman Trump yang mengejutkan mengenai blokade terjadi setelah perundingan perdamaian tatap muka selama 21 jam antara AS dan Iran di Islamabad gagal pada Ahad pagi. JD Vance, wakil presiden dan ketua tim AS, mengatakan Iran menolak melepaskan kemungkinan mengembangkan senjata nuklir, sementara delegasi Iran mengatakan Washington perlu berbuat lebih banyak untuk mendapatkan kepercayaan mereka.
Militer Amerika Serikat menyatakan akan mulai menutup Selat Hormuz seperti yang diancam Trump pada Senin pagi waktu AS.
Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan mulai menerapkan blokade “semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran” pada 13 April, mulai pukul 10.00 waktu AS bagian timur EST atau pukul 21.00 WIB. “Ini sesuai dengan pernyataan Presiden”.
“Blokade akan diberlakukan secara tidak memihak terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” kata CENTCOM.
“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang transit di Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran,” bunyi pernyataan itu.
Sumber: republika
Foto: Presiden AS Donald Trump/Net
Iran tak Gentar Diancam Trump dengan Blokade Selat Hormuz
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar