Breaking News

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Israel Serang Lebanon, Jenderal IRGC Tebar Ancaman Keras


Iran resmi kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu, 8 April 2026 sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap kelompok militan Hizbullah di Lebanon.

Penutupan jalur vital perdagangan minyak dunia itu menambah ketidakpastian, di tengah upaya gencatan senjata yang masih rapuh.

Kesepakatan penghentian sementara konflik sebelumnya sempat diumumkan, dengan Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan. Sejumlah pemimpin dunia pun menyambutnya dengan lega.

Namun di lapangan, serangan masih terus terjadi. Drone dan rudal dilaporkan tetap menghantam wilayah Iran dan negara-negara Teluk.

Wakil Presiden AS, JD Vance, bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai sesuatu yang 'rapuh'.

Serangan di Beirut Memakan Korban

Israel meningkatkan intensitas serangan di Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut. Sejumlah kawasan permukiman dan komersial menjadi sasaran tanpa peringatan.

Dalam salah satu hari paling mematikan dalam konflik terbaru, sedikitnya 112 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Eskalasi ini memperbesar risiko runtuhnya kesepakatan damai yang tengah diupayakan.

Ancaman Balasan dari Iran

Komandan Udara Garda Revolusi Iran (IRGC), Seyed Majid Mousavi, menegaskan sikap keras Teheran.

“Agresi terhadap Lebanon adalah agresi terhadap Iran,” tulisnya di platform X.

Ia juga memperingatkan bahwa Iran tengah menyiapkan 'tanggapan berat', meski tanpa merinci bentuknya.

Saling Klaim Kemenangan

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan pihaknya bersama Israel telah meraih keberhasilan militer besar.

Menurutnya, kekuatan militer Iran tidak lagi menjadi ancaman signifikan bagi kawasan.

Namun, Iran justru mengklaim sebaliknya, bahwa mereka berhasil memaksa AS dan Israel menerima syarat yang diajukan.

Perbedaan narasi ini membuat isi kesepakatan menjadi semakin tidak jelas.

Iran menyebut kesepakatan membuka peluang untuk menerapkan kebijakan baru, termasuk kemungkinan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Namun hingga kini, belum ada kejelasan apakah jalur pelayaran sudah kembali aman atau normal. Belum diketahui pula apakah negara lain menyetujui skema tersebut.

Peran Pakistan dan Masa Depan Konflik

Pakistan yang berperan sebagai mediator menyatakan pertempuran di Lebanon seharusnya dihentikan.

Namun Israel menegaskan tidak akan menghentikan operasi militernya, dan serangan dilaporkan masih terjadi.

Sementara itu, isu besar lain seperti program rudal dan nuklir Iran juga belum menemukan titik terang.

Donald Trump menyebut AS akan bekerja sama dengan Iran untuk menangani uranium yang diperkaya, tetapi belum ada konfirmasi dari Teheran.***

Sumber: konteks
Foto: Iran kembali tutup Selat Hormuz imbas Israel serang Lebanon (Foto: Ilustrasi/Flickr)

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Israel Serang Lebanon, Jenderal IRGC Tebar Ancaman Keras Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Israel Serang Lebanon, Jenderal IRGC Tebar Ancaman Keras Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar