Breaking News

Iran Gantung Pria yang Ketahuan Kerja Sama dengan AS-Israel


Seorang pria dihukum gantung di Iran pada Senin (6/4) karena dituduh memiliki kaitan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam gelombang aksi protes awal tahun ini. 

Kantor berita AFP melaporkan, eksekusi itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang dengan kedua negara tersebut.

Otoritas kehakiman Iran menyatakan pria bernama Ali Fahim dihukum gantung setelah putusannya dikukuhkan oleh Mahkamah Agung.

"Ali Fahim, salah satu elemen musuh dalam kerusuhan teroris bulan Dey (Januari) telah digantung setelah Mahkamah Agung meninjau kasusnya dan mengonfirmasi putusan tersebut,” demikian pernyataan otoritas seperti dikutip situs Mizan Online.

Menurut otoritas Iran, Fahim dinyatakan bersalah karena bekerja atas nama rezim Zionis dan AS, serta dituduh membobol lokasi militer rahasia untuk mengambil senjata.

Eksekusi ini merupakan bagian dari rangkaian hukuman terhadap individu yang dikaitkan dengan gelombang protes nasional. 

Sebelumnya, pada Minggu (5/4), Iran juga mengeksekusi dua pria lain, yakni Mohammad-Amin Biglari dan Shahin Vahedparast, dengan tuduhan serupa, sebagaimana dilaporkan AFP.

“Mereka telah digantung setelah kasusnya ditinjau dan putusan akhir dikonfirmasi oleh Mahkamah Agung,” tulis Mizan Online terkait dua terpidana tersebut. 

Aksi protes sendiri pecah sejak akhir Desember akibat lonjakan biaya hidup, sebelum meluas menjadi demonstrasi anti-pemerintah di berbagai wilayah Iran, dengan puncak pada 8-9 Januari lalu.

Pemerintah Iran menyebut unjuk rasa iitu sebagai "kerusuhan yang dipicu pihak asing" yang disertai kekerasan dan vandalisme. 

Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga dilaporkan AFP, telah mengeksekusi sejumlah orang lain yang terkait dengan protes maupun kelompok oposisi, termasuk anggota kelompok terlarang Mujahidin-e Khalq (MEK). 

Teheran mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan, termasuk aparat keamanan dan warga sipil.

Namun, kelompok HAM berbasis di AS, HRANA, menyebut jumlah korban jauh lebih besar, mencapai lebih dari 7.000 kematian, dengan mayoritas korban merupakan pengunjuk rasa. 

Eksekusi ini juga terjadi di tengah konflik terbuka Iran dengan AS dan Israel yang pecah sejak 28 Februari, menambah ketegangan di dalam negeri sekaligus memperkuat narasi keamanan yang diusung pemerintah. 

Sumber: kumparan
Foto: Ali Fahim/Net

Iran Gantung Pria yang Ketahuan Kerja Sama dengan AS-Israel Iran Gantung Pria yang Ketahuan Kerja Sama dengan AS-Israel Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar