Breaking News

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran


Pemerintah Inggris secara tegas memberikan batasan ketat terhadap operasional militer Amerika Serikat di wilayah kedaulatannya.

Otoritas London memastikan tidak akan memberikan izin penggunaan pangkalan militer untuk menggempur infrastruktur sipil Iran.

Fasilitas publik seperti jembatan penyeberangan dan pembangkit tenaga listrik menjadi objek yang dilarang untuk dijadikan target.

Kebijakan ini diambil guna menghindari dampak kemanusiaan yang lebih luas bagi warga sipil di negara tersebut.

Harian The i Paper melaporkan bahwa izin hanya berlaku jika misi tersebut bersifat pertahanan atau defensif.

Setiap permohonan pendaratan pesawat pengebom Amerika Serikat akan dievaluasi secara mendalam berdasarkan kasus per kasus.

Pangkalan Angkatan Udara Fairford memegang peranan krusial sebagai satu-satunya lokasi pendaratan pesawat pengebom strategis di Eropa.

Lokasi ini memang memiliki sejarah panjang karena pernah digunakan dalam operasi militer di Irak dan Yugoslavia.

Namun kali ini London bertindak lebih hati-hati terhadap rencana serangan yang menyasar fasilitas energi dan logistik.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat memberikan pernyataan keras mengenai potensi kehancuran total di wilayah Iran.

Donald Trump menyatakan akan "meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik serta kilang minyak milik Iran.

Fasilitas penting seperti pengolahan air desalinasi hingga Pulau Kharg juga masuk dalam daftar ancaman militer tersebut.

Langkah ekstrem ini direncanakan jika upaya kesepakatan damai menemui jalan buntu dalam waktu dekat ini.

Akses Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan dunia juga menjadi poin utama dalam perselisihan ini.

Trump menuntut agar jalur pelayaran segera dibuka kembali agar distribusi komoditas energi global bisa berjalan normal.

Sebelumnya pada akhir Februari lalu terjadi serangan militer gabungan yang dilakukan oleh pihak Amerika dan Israel.

Operasi tempur tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada berbagai infrastruktur dan menimbulkan korban di kalangan penduduk sipil.

Teheran segera merespons tindakan tersebut dengan melancarkan serangan balasan ke berbagai wilayah strategis milik musuh.

Target serangan balasan mencakup wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika yang tersebar di Timur Tengah.

Negara-negara seperti Qatar, Bahrain, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab terkena dampak langsung dari eskalasi ini.

Ketegangan bersenjata ini memaksa lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz berhenti secara total demi keamanan.

Padahal kawasan tersebut merupakan rute kunci untuk pasokan minyak mentah dan gas alam cair secara internasional.

Dunia kini mulai merasakan dampak nyata dari terhentinya arus logistik energi di kawasan Teluk tersebut.

Banyak negara di berbagai belahan dunia melaporkan kenaikan harga bahan bakar minyak yang cukup signifikan.

Kondisi ekonomi global terancam tidak stabil jika jalur Selat Hormuz tidak segera dipulihkan fungsinya secara normal.

Sumber: suara
Foto: Pemerintah Inggris secara tegas memberikan batasan ketat terhadap operasional militer Amerika Serikat di wilayah kedaulatannya. (Vahid Online)

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar