Breaking News

Heboh Video Saiful Mujani 'Jatuhkan Prabowo' Dituding Makar, Ray Rangkuti Sentil Keras Pemerintah: Tanda Kepanikan Istana!


Pernyataan pendiri lembaga survei, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang mengajak menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto memicu polemik.

Statement itu sebelumnya dilontarkan dalam sebuah acara halal bihalal pengamat belum lama ini.

Ucapan tersebut kemudian dikaitkan dengan isu makar dan menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Soroti Narasi dari Lingkungan Istana

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai, penggunaan istilah makar dalam konteks kritik justru berpotensi membatasi kebebasan berpendapat.

“Sangat disesalkan, kata-kata yang terasa memangkas kebebasan bersuara terus bermunculan dari lingkungan istana. Sebelumnya, presiden sendiri menyebut akan menertibkan para pengamat, orang-orang sebagai antek asing, kini, kata makar mulai disematkan kepada pengamat,” ungkap Ray, Minggu, 5 April 2026. 

Ray juga mempertanyakan apakah istilah penertiban yang disampaikan sebelumnya memiliki kaitan dengan penggunaan kata makar dalam pidato atau pernyataan pejabat.

“Sekarang kata makar mulai digunakan pada sebuah pidato. Apakah ini salah satu bentuk dari penertiban itu?” imbuh mantan ativis 98 ini.

Dirinya menilai, jika tidak ada kaitan, maka seharusnya ada penjelasan yang lebih tegas dari pemerintah agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru di masyarakat.

“Apakah presiden bermaksud menyetarakan kata penertiban dengan makar. Jika tidak, maka sudah semestinya presiden menertibkan para pembantunya terlebih dahulu agar tidak menyebar narasi ketakutan baru yang dapat menggerus popularitas dan kesukaan publik atasnya,” paparnya.

Bukti Kepanikan Politik

Lebih lanjut, Ray menyebut penggunaan istilah makar dalam konteks kritik sering kali menjadi indikasi adanya tekanan di lingkungan kekuasaan.

“Biasanya, kata makar diumbar justru menandakan ada kepanikan dan kebingungan di lingkungan istana. Tanda rasa percaya diri menurun, dan kekuasaan mulai kehilangan sentuhan persuasi,” kriti Ray.

Terakhir, Ray menekankan pentingnya menjaga ruang kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi, sekaligus menghindari penggunaan istilah yang berpotensi menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Pernyataan 'Jatuhkan Praboro' Viral

Sebelumnya, ucapan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, dalam sebuah forum halal bihalal memicu perhatian luas publik. Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar di berbagai platform media sosial hingga viral.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara bertajuk 'Sebelum Pengamat Ditertibkan' yang menjadi ruang diskusi bagi para pengamat politik.

Dalam forum tersebut, Saiful Mujani menyampaikan pandangannya terkait kepemimpinan dalam sistem demokrasi, khususnya di era pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menyoroti pentingnya pemimpin yang terbuka terhadap kritik dan masukan.

Saiful lantas menilai, jika kritik tidak lagi didengar, maka akan muncul persoalan dalam praktik demokrasi.

“Orang ini (Prabowo) tidak akan dengar dan kita juga tidak bisa berharap pada orang-orang di DPR. Jadi tidak bisa dengan pemakzulan, maka alternatifnya bukan pada prosedur yang formal. Yang mungkin bisa nggak kita konsolidasi menjatuhkan Prabowo,” kata Saiful.

Pernyataan tersebut langsung memicu beragam respons dari masyarakat. Sebagian pihak menilai ucapan itu sebagai bentuk kritik terhadap standar kepemimpinan dalam demokrasi, sementara yang lain menilai pernyataan tersebut kontroversial dan dituding sebagai bentuk makar.***

Sumber: konteks
Foto: Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti/Net

Heboh Video Saiful Mujani 'Jatuhkan Prabowo' Dituding Makar, Ray Rangkuti Sentil Keras Pemerintah: Tanda Kepanikan Istana! Heboh Video Saiful Mujani 'Jatuhkan Prabowo' Dituding Makar, Ray Rangkuti Sentil Keras Pemerintah: Tanda Kepanikan Istana! Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar