Breaking News

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet


Merespons isu potensi dampak dari situasi geopolitik global akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, GREAT Institute mendorong agar Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet hingga 50 persen jumlah menteri yang ada di Kabinet Merah Putih.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan saat berbincang dengan RMOL melalui sambungan telepon pada Selasa, 7 April 2026. 

”Kalau reshuffle itu mungkin 50 persen menteri-menterinya Prabowo di-reshuffle, karena kegentingan-kegentingan situasi ini kan,” ujar Syahganda.

Ia memandang, menteri-menteri seharusnya memiliki kemampuan dalam hal kinerja di pemerintahan pada kondisi global yang tidak baik-baik saja.

“Memang harus dihadapi oleh menteri-menteri yang bekerja itu ideologis dan keras,” sambungnya.

Sebagai contoh, dia menyebutkan langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang juga mengambil langkah tegas melakukan reshuffle terhadap sejumlah pos untuk memaksimalkan kinerja pemerintahannya di tengah kondisi perang saat ini.

“Bahkan kalau di Amerika itu ketika Donald Trump melakukan kerja-kerja perang, dua menteri kesayangan dia, satu menteri, satu Jaksa Agung dan tiga jenderal sudah dipecat sama Donald Trump,” ucapnya.

Oleh karena itu, Syahganda memandang tepat apabila Presiden Prabowo mengganti setengah dari jumlah menteri di Kabinet Merah Putih untuk memaksimalkan kinerja pemerintahan.

“Jadi wajar Prabowo kalau bisa ganti aja 50 persen menteri-menteri itu, untuk menghadapi situasi,” tandasnya. 

Sumber: rmol
Foto: Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan (Foto: Dokumentasi RMOL)

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar