Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Tsunami Kecil Terdeteksi: Maluku Utara dan Sulawesi Utara dalam Siaga!
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB.
Peristiwa dahsyat ini tak hanya memicu kepanikan massal, tetapi juga menyebabkan terdeteksinya gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil di beberapa titik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengeluarkan imbauan keras bagi masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk tetap menjauhi pantai, mengingat potensi bahaya yang masih mengintai.
Guncangan gempa yang sangat kuat dirasakan selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga terasa kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Baca Juga:16 Nyawa Melayang Akibat Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara
"Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," demikian laporan yang berhasil dihimpun.
Pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer, menunjukkan aktivitas seismik yang cukup dalam namun memiliki dampak yang luas.
Setelah gempa utama, tercatat dua gempa susulan yang cukup signifikan. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi pada pukul 06.07 WIB, disusul gempa kedua berkekuatan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB.
Kedua gempa susulan ini berpusat di laut dan, berdasarkan analisis awal, tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, guncangan dari gempa susulan ini tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak, menambah kecemasan dan kewaspadaan.
Dampak awal gempa mulai terlihat di Kota Ternate, Maluku Utara. Laporan menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang.
Baca Juga:Tinggi Gelombang Sulawesi Utara Capai 2,5 Meter, Ini Daftar Wilayah yang Harus Siaga
"Satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan," demikian rincian kerusakan yang berhasil dihimpun.
Sementara itu, di Kota Bitung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi skala kerusakan yang lebih komprehensif.
Yang menjadi perhatian serius adalah terdeteksinya gelombang tsunami. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, gelombang tsunami dengan ketinggian sekitar 0,3 meter terdeteksi di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB, dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
Meskipun ketinggian gelombang ini relatif kecil, kondisi ini tidak boleh diremehkan. "Potensi gelombang susulan masih dapat terjadi," demikian peringatan dari BNPB, menekankan bahwa bahaya belum sepenuhnya berlalu.
Menyikapi situasi ini, Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menghimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap waspada.
"Tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah," tegasnya.
Imbauan ini sangat krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa atau luka akibat potensi gelombang susulan atau dampak lain dari gempa.
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Di era digital ini, penyebaran hoaks atau informasi palsu dapat memperparah kepanikan dan menghambat upaya penanganan bencana.
BNPB menegaskan bahwa pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan, dan masyarakat diimbau untuk hanya mengandalkan sumber informasi resmi.
Sumber: suara
Foto: Kerusakan bangunan di wilayah terdampak pascagempa bumi magnitudo 7,6 di Kota Bitung, Kamis (2/4). [Sumber BPBD Kota Bitung]
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Tsunami Kecil Terdeteksi: Maluku Utara dan Sulawesi Utara dalam Siaga!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar