Breaking News

Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran


Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus menjadi sorotan utama publik global. Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan terbarunya terkait operasi militer di Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Ketika ditanya mengenai dampak lonjakan harga bahan bakar yang mencekik masyarakat sejak awal perang meletus, Trump memberikan jawaban yang cukup percaya diri mengenai penyelesaian konflik tersebut.

Ia menilai bahwa kunci untuk menurunkan harga minyak dunia adalah dengan segera mengakhiri keterlibatan militer AS di wilayah tersebut. Trump berjanji bahwa proses penarikan mundur pasukan ini tidak akan memakan waktu lama.

"Yang perlu saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kami akan melakukannya segera, dan harga-harga itu akan runtuh," ujar Trump di hadapan para awak media yang menanyakan solusi atas krisis energi saat ini.

Trump menambahkan bahwa pasukannya saat ini sedang berada dalam fase penyelesaian misi operasi militer.

"Kami sedang menyelesaikan tugas ini, dan saya pikir mungkin dalam waktu dua minggu, atau mungkin beberapa hari lebih lama, untuk menyelesaikan pekerjaan ini," tambahnya, dikutip dari France 24.

Penyelesaian Tanpa Syarat dan Kesepakatan

Menariknya, Trump juga menegaskan bahwa berakhirnya operasi militer AS di wilayah tersebut sama sekali tidak bergantung pada tercapainya kesepakatan damai dengan pihak Teheran.

Seperti diketahui, sebagai bentuk pembalasan atas serangan yang mereka terima, Iran telah secara efektif menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur sangat krusial bagi lalu lintas kapal tanker minyak internasional.

Di dalam Ruang Oval, sesaat setelah menandatangani perintah eksekutif untuk menindak pemungutan suara melalui pos yang diklaimnya sarat akan kecurangan tanpa bukti kuat, Trump kembali menegaskan posisinya kepada para jurnalis.

"Mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," tuturnya dengan santai.

Trump melanjutkan dengan pandangan kerasnya mengenai kondisi militer dan infrastruktur Iran sebelum AS benar-benar menarik diri dari zona perang.

"Ketika kami merasa bahwa mereka telah, untuk jangka waktu yang lama, dikembalikan ke zaman batu dan mereka tidak akan mampu membuat senjata nuklir, barulah kami akan pergi," ucapnya.

Bagi Trump, negosiasi diplomatik bukanlah prioritas utama saat ini. "Apakah kita memiliki kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan," tegas sang presiden.

Sikap isolasionis Trump semakin terlihat ketika ia menyinggung masalah distribusi minyak global. Ia mengulangi seruannya agar negara-negara lain yang membutuhkan minyak untuk berani pergi ke Selat Hormuz sendiri guna mengamankan pasokan energi mereka.

Hal ini ia sampaikan setelah banyak negara sekutu menolak panggilan AS untuk memberikan bantuan militer guna membebaskan jalur lalu lintas tanker yang tersumbat.

"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan pergi melewati Selat Hormuz, mereka akan langsung menuju ke sana, dan mereka akan mampu membela diri mereka sendiri," kata Trump memberikan analogi.

Ia menegaskan bahwa Washington tidak ingin lagi menjadi polisi dunia yang mengamankan jalur perdagangan energi bagi negara-negara konsumen besar seperti China.

"Apa yang terjadi dengan selat itu bukanlah urusan kami lagi, karena negara-negara ini, China, China akan pergi ke sana dan mengisi bahan bakar kapal-kapal indah mereka... dan mereka akan mengurus diri mereka sendiri. Tidak ada alasan bagi kita untuk melakukannya."

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada hari Selasa waktu setempat, Trump kembali menyindir negara-negara yang saat ini tengah bergulat dengan krisis dan kelangkaan bahan bakar akibat konflik tersebut.

"AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian yang tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur lebur. Bagian yang sulit sudah selesai. Pergilah ambil minyak kalian sendiri!" tulis Trump dalam unggahan tersebut.

Pernyataan keras Trump tersebut juga didukung penuh oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam sebuah konferensi pers terpisah. Hegseth menilai beban untuk mengamankan jalur Selat Hormuz sudah selayaknya dipikul bersama oleh komunitas internasional yang berkepentingan.

"Ini bukan hanya masalah kami ke depannya, meskipun kami telah melakukan bagian terbesar dari persiapan untuk memastikan bahwa selat itu akan terbuka," ujar Hegseth kepada para wartawan.

Ia juga memperingatkan bahwa hari-hari ke depan akan menjadi fase yang paling menentukan dalam jalannya operasi militer ini.

Meskipun menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut, Hegseth tidak membantah kemungkinan keterlibatan pasukan darat AS untuk bermain peran lebih dalam guna menyelesaikan konflik di Iran secara total.

Hegseth juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja melakukan kunjungan mendadak yang tidak diumumkan sebelumnya untuk meninjau langsung pasukan AS yang bertugas di garda depan operasi militer tersebut.

"Kami berada di lapangan di CENTCOM pada hari Sabtu selama sekitar setengah hari. Demi alasan keamanan operasional, agar pasukan tersebut tidak menjadi sasaran, tempat dan pangkalannya tidak akan disebutkan namanya," jelas Hegseth.

Sumber: suara
Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait rakyat Iran dalam acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, 25 Maret 2026. [Tangkap layar X]

Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar