Disentil Deddy! Gibran Diajak Pahami Konsep Negara Usai Ajak Ngantor di IKN, Singgung Beda Eksekutif dan Legislatif
Polemik soal Ibu Kota Nusantara kembali mencuat setelah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak anggota DPR untuk berkantor di sana.
Ajakan tersebut justru menuai respons tajam dari anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus.
Deddy secara terbuka menilai ajakan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman soal konsep bernegara, khususnya terkait perbedaan antara cabang eksekutif dan legislatif.
Menurutnya, fungsi dan sistem kerja DPR tidak bisa disamakan dengan pemerintah sebagai eksekutif.
Ia menegaskan, pekerjaan sebagai anggota dewan bersifat kolektif dan sangat bergantung pada keberadaan mitra kerja.
“Pak Wapres mungkin belum memahami perbedaan antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Deddy mengaku sebenarnya tidak keberatan dengan ajakan berkantor di IKN. Namun, ia menilai kehadiran di sana akan menjadi tidak efektif jika tidak diikuti oleh kementerian dan lembaga terkait.
Ia mencontohkan Komisi II DPR yang memiliki mitra kerja seperti Kementerian Dalam Negeri, ATR/BPN, KPU, Bawaslu, hingga KemenPAN-RB. Tanpa kehadiran mereka, aktivitas kerja di IKN dinilai tidak akan berjalan optimal.
“Kalau ke sana tanpa mitra kerja, itu seperti menyepi. Mau kerja apa?” katanya.
Lebih lanjut, Deddy justru menyarankan agar pemerintah terlebih dahulu memindahkan kementerian dan lembaga ke IKN.
Dengan begitu, aktivitas pemerintahan bisa berjalan maksimal dan terintegrasi.
Menurutnya, kehadiran aparatur eksekutif di IKN sangat penting agar pembangunan ibu kota baru tidak terkesan setengah hati.
Menariknya, ajakan Gibran tersebut merupakan respons atas usulan Deddy sebelumnya.
Ia memang mendorong agar Gibran segera berkantor di IKN, mengingat fasilitas untuk eksekutif sudah tersedia.
Deddy menilai, gedung-gedung yang telah dibangun harus dimanfaatkan secara optimal agar tidak menjadi pemborosan anggaran negara.
“Itu harus dimanfaatkan. Jangan sampai jadi pemborosan,” tegasnya.
Pernyataan ini pun memantik perhatian publik, terutama terkait kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan baru.
Di tengah berbagai dinamika, polemik ini menunjukkan bahwa pemindahan ibu kota bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan sistem kerja antar lembaga negara.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Disentil Deddy! Gibran Diajak Pahami Konsep Negara Usai Ajak Ngantor di IKN, Singgung Beda Eksekutif dan Legislatif
Disentil Deddy! Gibran Diajak Pahami Konsep Negara Usai Ajak Ngantor di IKN, Singgung Beda Eksekutif dan Legislatif
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar