Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap
Bareskrim Polri akhirnya membekuk buronan kelas kakap jaringan narkotika internasional, Andre Fernando alias The Doctor, sosok yang selama ini disebut sebagai pemasok utama sekaligus pengendali di balik peredaran narkoba milik bandar Erwin Iskandar alias Ko Erwin.
Penangkapan dilakukan tim gabungan Bareskrim dan Hubinter Polri di Penang, Malaysia, setelah perburuan lintas negara yang intens.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut Andre yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO tersebut ditangkap pada Minggu (5/4/2026) kemarin.
"Pada hari Minggu tanggal 5 April 2026, DPO atas nama Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor berhasil ditangkap," ujar Eko kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Eko menambahkan, saat ini The Doctor tengah dalam perjalanan menuju Indonesia dengan pengawalan ketat aparat.
Dari Pemasok hingga ‘Dokter’ Jaringan Narkoba
Nama Andre Fernando bukan sosok baru dalam pusaran kasus Ko Erwin. Pria 32 tahun itu telah lama masuk dalam DPO karena diduga menjadi distributor utama yang memasok sabu kepada Ko Erwin.
Perannya krusial, bukan sekadar perantara, tetapi penyedia berbagai jenis narkotika yang diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat.
"Ko Andre atau 'The Doctor' menyediakan narkoba berbagai jenis diantaranya sabu, vape yang mengandung etomidate dan happy water," ungkap Eko.
Dari hasil penyelidikan, Ko Erwin tercatat setidaknya dua kali bertransaksi dengan The Doctor pada Januari 2026. Nilainya fantastis, yakni mencapai Rp400 juta untuk 2 kilogram sabu dalam transaksi pertama, disusul Rp400 juta untuk 3 kilogram pada transaksi berikutnya.
Terduga bandar narkoba bernama Erwin alias Koko Erwin digiring ke dalam Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026). (ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi)
Modus Licin: Sabu dalam Boneka hingga Vape ‘Mewah’ dari Malaysia
Jaringan yang dibangun The Doctor juga tergolong rapi dan lintas wilayah. Ia disebut memiliki koneksi kuat di Riau dan memanfaatkan jalur laut dari Malaysia untuk memasok barang haram.
Cartridge vape mengandung etomidate dengan label merek premium seperti Ferarri dan Lamborgini diselundupkan melalui Dumai, Riau.
"Sedangkan untuk (pengiriman) narkotika jenis sabu pengirimannya kebanyakan menggunakan kargo uang di-packing (lalu) dimasukkan ke dalam boneka dan dibungkus dalam kotak kado," imbuh Eko.
Rangkaian Terbongkar: Dari Boy di Pontianak hingga Jejak ke Malaysia
Penangkapan The Doctor menjadi puncak dari rangkaian pengungkapan jaringan Ko Erwin yang sebelumnya satu per satu mulai terkuak.
Pada 10 Maret 2026, tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC lebih dulu meringkus Abdul Hamid alias Boy di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia diduga sebagai bandar yang mengoperasikan jaringan Ko Erwin di wilayah NTB setelah kabur dari Bima.
Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury menegaskan, penangkapan Boy merupakan hasil pelacakan intensif terhadap jaringan yang berusaha memutus jejak.
"Tim gabungan Subdit 4 Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC berhasil mengamankan Abdul Hamid alias Boy, yang berperan sebagai bandar narkotika dalam jaringan Erwin Iskandar di wilayah Nusa Tenggara Barat," ujarnya.
Dari pengembangan kasus itulah, penyidik semakin mengerucut pada satu nama besar The Doctor yang saat itu masih buron dan diduga kuat sebagai pengendali utama.
Sumber: suara
Foto: Bareskrim Polri menangkap buronan kelas kakap jaringan narkotika internasional, Andre Fernando alias The Doctor di Penang, Malaysia. [Istimewa]
Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:


Tidak ada komentar