Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengklarifikasi status keanggotaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, yang terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK.
Dasco menjelaskan, Gatut Sunu diusung banyak partai saat Pilkada 2025, dan saat itu statusnya belum menjadi kader Partai Gerindra.
Gatut, kata Dasco, baru mendaftar untuk bergabung dengan Gerindra setelah dia terpilih menjadi Bupati Tulungagung melalui proses politik yang melibatkan koalisi besar.
“Nah, baru setelah dia jadi bupati, belum lama kok, dia mendaftar menjadi kader Partai Gerindra. Baru daftar, belum resmi,” ujar Dasco saat dihubungi, Sabtu (11/4/2026).
Kronologi Pendaftaran yang Belum Tuntas
Dasco menekankan, status keanggotaan Gatut Sunu di Gerindra masih sangat prematur dan belum melalui proses pengukuhan sebagai kader inti yang sejak awal dibina oleh partai.
Hal senada juga ditegaskan oleh struktur partai di tingkat wilayah. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur memberikan keterangan tambahan yang memperkuat pernyataan Dasco.
Ketua OKK DPD Gerindra Jatim, Hidayat, mengatakan secara administratif, Gatut Sunu belum resmi tergabung sebagai kader partai berlambang kepala burung garuda tersebut.
“Masih belum,” kata Hidayat singkat, saat diminta konfirmasi mengenai status kartu tanda anggota (KTA) sang bupati.
Meski demikian, Hidayat tidak menampik, sebelumnya Gatut Sunu berencana bergabung Gerindra. Tapi, kata dia, permohonan itu belum mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat Gerindra.
Dengan demikian, statusnya hingga saat terjadi OTT KPK, Jumat (10/4), masih berada dalam tahap proses atau calon anggota, bukan merupakan kader yang memegang mandat penuh partai di daerah tersebut.
Penegasan Sosok Kader Murni di Tulungagung
Untuk menjaga marwah organisasi dan memberikan informasi yang akurat kepada konstituen di Jawa Timur, khususnya Tulungagung, Dasco menegaskan bahwa posisi kader murni Gerindra di pemerintahan daerah tersebut sebenarnya berada pada kursi orang nomor dua.
Ia meminta publik dapat membedakan antara pejabat yang bergabung setelah menang dengan kader yang memang tumbuh dari internal partai.
Ia menegaskan, kader Gerindra asli di Tulungagung adalah Ahmad Baharudin yang menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung.
Sosok Ahmad Baharudin dinilai sebagai representasi resmi partai, yang telah lama berjuang di struktur internal sebelum kontestasi Pilkada berlangsung.
“Yang kader Gerindra asli adalah wakil bupatinya,” tutup Dasco.
OTT KPK di Tulungagung
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK pada Jumat (10/4/2026) malam, dalam sebuah operasi mendadak yang mengamankan sejumlah barang bukti.
Setelah penangkapan di lapangan, Gatut langsung diboyong ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku di lembaga antirasuah tersebut.
Gatut Sunu Wibowo tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 06.50 WIB pada Sabtu (11/4/2026) untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kehadirannya di Jakarta dengan pengawalan ketat petugas KPK menjadi sorotan kamera media, menandai dimulainya proses hukum formal terhadap dirinya.
Namun, Gatut tidak sendirian. Operasi ini tampaknya melibatkan jaringan yang cukup luas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, 15 orang lainnya yang terjaring OTT masih diperiksa di Mapolresta Tulungagung. Hingga saat ini, pihak KPK belum merilis identitas lengkap ke-15 orang tersebut maupun rincian perkara yang menjerat mereka.
Informasi mengenai dugaan kasus, apakah terkait suap proyek infrastruktur, perizinan, atau jual beli jabatan, masih menunggu keterangan resmi dari juru bicara KPK.
Sumber: suara
Foto: Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar