Biadab! Sudah Langgar Gencatan Senjata Iran-AS, Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza
Seorang jurnalis yang bertugas di Jalur Gaza dilaporkan tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya menjadi sasaran serangan udara Israel.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pekerja media di tengah konflik yang terus berlanjut.
Sebelumnya, Israel juga melakukan serangan ke Lebanon, yang menegaskan bukti pelanggaran terhadap gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Korban diketahui bernama Mohammed Wishah, koresponden Al Jazeera Mubasher, yang meninggal dunia setelah serangan drone menghantam mobilnya di Jalan al-Rashid, jalur pesisir utama di barat Gaza City pada Rabu, 8 April 2026.
Kendaraan Hancur dan Terbakar
Menurut laporan dari Al Jazeera, serangan tersebut menyebabkan mobil yang ditumpangi Wishah terbakar hebat.
Sumber di lapangan menyebutkan bahwa serangan terjadi secara langsung saat kendaraan melintas di jalan utama.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban dari kalangan jurnalis yang bekerja di wilayah konflik tersebut.
Ratusan Jurnalis Tewas Sejak 2023
Sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023, jurnalis menjadi salah satu kelompok yang paling rentan.
Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 262 jurnalis telah meninggal dunia akibat serangan militer Israel.
Data tersebut memperkuat kekhawatiran adanya ancaman serius terhadap kebebasan pers di wilayah konflik.
Dalam pernyataan resminya, jaringan Al Jazeera mengecam keras insiden tersebut.
Mereka menyatakan; "Mengutuk keras kejahatan keji berupa penargetan dan pembunuhan koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah," katanya.
Pihaknya juga menilai kejadian ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Ini merupakan pelanggaran baru dan terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional, dan mencerminkan kebijakan sistematis yang berkelanjutan untuk menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” imbuhnya.
Al Jazeera menegaskan bahwa kematian Wishah bukanlah kejadian acak.
“Seiring Al Jazeera berduka atas meninggalnya korespondennya, Mohammed Wishah, yang bergabung dengan jaringan tersebut pada tahun 2018, Al Jazeera menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak melainkan kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang bertujuan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka menjalankan tugas profesional mereka,” demikian isi pernyataan lanjutan.
Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Terjadi
Al Jazeera melaporkan situasi langsung dari Gaza yang menyebut bahwa lokasi kejadian menunjukkan meningkatnya eskalasi kekerasan.
Ia menyoroti bahwa serangan terjadi di jalan utama kota, yang seharusnya relatif aman, namun tetap menjadi target.
“Sudah hampir enam bulan sejak 'gencatan senjata' yang dimediasi AS diberlakukan, dan pelanggaran Israel terus berlanjut dan menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang genosida sejak hari pertama,” ujarnya.
Kantor Media Pemerintah Gaza bahkan mencatat sekitar 2.000 pelanggaran sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.
Sejak konflik memanas pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza terus meningkat.
Lebih dari 72.000 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 171.000 lainnya mengalami luka-luka.
Meski sempat diberlakukan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat, kekerasan masih terjadi.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 733 warga Palestina tewas dan 2.034 lainnya terluka sejak masa gencatan senjata berlangsung.***
Sumber: konteks
Foto: Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah tewas terkena serangan drone Israel (Foto: Al Jazeera)
Biadab! Sudah Langgar Gencatan Senjata Iran-AS, Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar