Bakal Disidang Ahad, Netanyahu Coba Gagalkan Gencatan Senjata
Sidang korupsi yang telah lama dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan dilanjutkan pada Ahad. Hal ini disebut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi jadi sebab Netanyahu ngotot menggagalkan gencatan senjata.
Reuters melaporkan, hal ini disampaikan juru bicara pengadilan pada beberapa jam setelah Israel mencabut keadaan darurat yang diberlakukan atas perangnya dengan Iran, Jumat (10/4/2026).
“Dengan dicabutnya keadaan darurat dan kembali berfungsinya sistem peradilan, persidangan akan dilanjutkan seperti biasa,” kata sebuah pernyataan dari pengadilan Israel, seraya menambahkan bahwa persidangan akan berlangsung antara hari Ahad dan Rabu.
Netanyahu menghadapi dakwaan dalam dua kasus di mana dia diduga menegosiasikan liputan media yang menguntungkan dari outlet berita Israel. Tuduhan ketiga melibatkan tuduhan bahwa dia menerima hadiah mewah senilai lebih dari 260.000 dolar AS dari para miliarder sebagai imbalan atas bantuan politik.
Netanyahu adalah perdana menteri Israel pertama yang didakwa melakukan kejahatan. Persidangannya telah diajukan pada tahun 2019 setelah penyelidikan bertahun-tahun. Persidangan kasus itu, yang dimulai pada tahun 2020 dan dapat berujung pada hukuman penjara, telah berulang kali ditunda karena komitmen resminya, dan belum diketahui tanggal berakhirnya.
Oposisi Netanyahu di Israel menuding, perdana menteri itu terus melakukan perang untuk menghindari pengadilan.
Iran mulai menargetkan Israel dengan rudal balistik dan pesawat tak berawak setelah Israel dan Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan udara terhadap Iran pada tanggal 28 Februari.
Keadaan darurat, yang telah menutup sekolah dan tempat kerja, dicabut pada Rabu malam karena tidak ada laporan rudal Iran yang masuk sejak gencatan senjata disepakati.
CBS News melaporkan, kesepakatan gencatan sejata yang dimediasi Pakistan mulanya meliputi penghentian serangan ke Lebanon. Hal ini sudah disepakati oleh AS dan Iran.
Namun tak lama selepas pengumuman, Israel melakukan serangan brutal ke Lebanon yang menewaskan lebih 300 orang dalam 10 menit. Netanyahu dilaporkan CBS News menelepon Trump pada saat itu, hal yang kemudian memicu sangkalan dari Gedung Putih bahwa Lebanon masuk dalam kesepakatan.
Iran yang menilai serangan ke Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata menolak berunding sebelum serangan itu dihentikan.
Trump sebelumnya juga menggemakan seruan Netanyahu agar Presiden Israel Isaac Herzog meminta pengampunan untuk Netanyahu, dengan alasan dampak kehadirannya di pengadilan terhadap kemampuannya melaksanakan tugasnya.
Kantor Herzog mengatakan departemen pengampunan di Kementerian Kehakiman akan mengumpulkan pendapat untuk disampaikan kepada penasihat hukum presiden, yang akan merumuskan rekomendasi, sesuai praktik standar.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, dapat mempercepat proses hukum terhadap Benjamin Netanyahu, yang persidangan pidananya akan dilanjutkan pada Ahad.
Ia juga memperingatkan bahwa ketegangan yang terus berlanjut dapat melemahkan upaya diplomasi, dan menyatakan bahwa jika Amerika Serikat membiarkan Netanyahu “membunuh diplomasi,” hal ini akan menimbulkan konsekuensi yang lebih luas, termasuk dampak ekonomi.
Sumber: republika
Foto: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026/Foto: EPA/ABIR SULTAN
Bakal Disidang Ahad, Netanyahu Coba Gagalkan Gencatan Senjata
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar