Breaking News

Alarm Bahaya PHK Massal di Jawa! 9 Ribu Pekerja Terancam, Industri Mulai Goyang


Ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar kembali menghantui sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Kali ini, potensi tersebut diprediksi terjadi di Pulau Jawa dengan jumlah terdampak yang cukup signifikan.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan, sedikitnya terdapat 10 perusahaan yang berencana melakukan PHK massal dalam waktu dekat.

Perusahaan-perusahaan itu tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian area Banten.

Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan internal yang diterima, jumlah pekerja yang berpotensi terdampak mencapai hampir 9 ribu orang.

"Ada 10 perusahaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian kecil di Banten. Itu hampir mendekati kurang lebih 9 ribuan orang," kata Said, Kamis (16/04/2026).

Said menjelaskan, sebelum mengambil langkah PHK, sejumlah perusahaan sebenarnya telah lebih dulu melakukan pembicaraan dengan karyawan.

Salah satu opsi yang dibahas adalah efisiensi kerja dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Namun demikian, tekanan ekonomi yang terus meningkat membuat langkah efisiensi tersebut berisiko berujung pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Menurut Said, salah satu pemicu utama potensi PHK ini adalah konflik geopolitik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut berdampak langsung terhadap rantai pasok global, khususnya bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor.

Industri padat karya menjadi sektor yang paling rentan terdampak.

Lonjakan harga bahan baku serta meningkatnya biaya operasional memaksa perusahaan menekan biaya produksi, termasuk biaya tenaga kerja.

"Rata-rata kalau bahan bakunya yang ada plastik, kemungkinan potensi efisiensi penekanan labor cost buruk, itu pasti akan ada efisiensi dalam bentuk pengurangan karyawan," jelasnya.

Sementara itu, indikasi perlambatan juga terlihat dari kalangan pengusaha.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan bahwa mayoritas perusahaan saat ini cenderung menunda ekspansi serta perekrutan tenaga kerja baru.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menyebut sekitar 67 persen perusahaan tidak memiliki rencana untuk membuka lowongan kerja baru dalam waktu dekat.

"67% perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan," kata Bob.

Selain itu, sekitar 50 perusahaan juga dilaporkan belum memiliki rencana ekspansi dalam lima tahun mendatang.

Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia usaha sedang berada dalam fase kehati-hatian di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar tenaga kerja nasional.

Jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, gelombang PHK serta minimnya rekrutmen berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.***

Sumber: pojoksatu
Foto: KSPI mengungkap ada alarm perusahaan mem-PHK karyawan di 2026. (KSPI)

Alarm Bahaya PHK Massal di Jawa! 9 Ribu Pekerja Terancam, Industri Mulai Goyang Alarm Bahaya PHK Massal di Jawa! 9 Ribu Pekerja Terancam, Industri Mulai Goyang Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar