Viral Warga Irak Temukan Drone AS yang Gagal Meledak Mirip Punya Iran: Liciknya Amerika
Dunia maya tengah dihebohkan dengan laporan penemuan sebuah pesawat tanpa
awak di wilayah Timur Tengah yang memicu perdebatan panas di kalangan
pengamat militer dan netizen global.
Sejumlah warga di Irak menemukan Drone Kamikaze tempur milik Amerika
Serikat, LUCAS, dalam kondisi utuh dan gagal meledak setelah jatuh pada
Senin, 2 Maret 2026.
Ini menjadi viral di Indonesia setelah akun Fakta.Indo mengunggahnya ke
media sosial pada 3 Maret 2026.
Penemuan ini menjadi sangat menarik lantaran drone tersebut ditemukan di
zona konflik dalam keadaan fisik yang hampir sempurna, memberikan kesempatan
langka bagi publik untuk melihat teknologi militer rahasia dari jarak dekat.
Secara teknis, drone yang ditemukan ini bukanlah pesawat pengintai biasa.
Drone Kamikaze adalah drone serangan satu arah yang dirancang untuk meledak
saat menghantam target.
Namun, ada satu detail yang paling menyita perhatian netizen dan ahli
strategi pertahanan: desainnya.
Banyak yang menyadari bahwa drone LUCAS merupakan tiruan dari Drone Kamikaze
Iran Shahed-136 yang diperkenalkan ke publik pada tahun 2021.
Kemiripan visual yang sangat identik ini menimbulkan kebingungan awal di
kalangan warga setempat sebelum akhirnya dikonfirmasi sebagai aset militer
Amerika Serikat.
Asal-usul pengembangan LUCAS sendiri memiliki sejarah yang cukup
kontroversial di balik layar militer Paman Sam.
Berdasarkan informasi dari otoritas terkait, Komando Pusat AS (CENTCOM)
mengatakan militer AS berhasil merampas drone Shahed milik Iran dan
melakukan reverse-engineer untuk mengembangkan versi AS pada 2025.
Langkah reverse-engineering atau rekayasa balik ini dilakukan untuk memahami
sekaligus menduplikasi kapabilitas drone lawan guna kepentingan strategis
Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Keterlibatan drone ini dalam operasi aktif pun bukan tanpa alasan.
Pemerintah AS sebelumnya mengonfirmasi LUCAS dilibatkan untuk mendukung
Operation Epic Fury atas perintah Presiden Donald Trump.
Penggunaan teknologi yang menyerupai milik lawan di tengah operasi militer
besar seperti ini tentu memicu spekulasi mengenai tujuan sebenarnya di
lapangan.
Keberadaan drone LUCAS yang "menyamar" sebagai drone Iran ini pun tak luput
dari kritik tajam.
Sejumlah kalangan militer menilai desain LUCAS sengaja dirancang sangat
mirip dengan Shahed-136 untuk melakukan false flag attack atau serangan
bendera palsu, serangan yang dibuat seolah-olah dilakukan pihak lain untuk
menyamarkan pelaku sebenarnya.
Dengan gagalnya ledakan drone ini di Irak, taktik yang seharusnya
tersembunyi kini menjadi konsumsi publik, memicu pertanyaan besar mengenai
etika peperangan modern dan transparansi operasi militer di era kepemimpinan
saat ini.
Beberapa netizen Indonesia bereaksi melihat kabar viral tersebut.
Netizen menilai Amerika memiliki strategi licik dengan meniru drone Iran.
"Liciknya Amerika," celetuk netizen.
"AS: yah gagal dah gua buat propaganda," komentar netizen lain.
Isu ini menjadi bukti betapa tipisnya batasan antara teknologi pertahanan
dan strategi manipulasi informasi di medan tempur digital maupun fisik.
Sumber:
suara
Foto: Viral warga Irak temukan drone AS yang gagal meledak mirip punya Iran.
(Instagram)
Viral Warga Irak Temukan Drone AS yang Gagal Meledak Mirip Punya Iran: Liciknya Amerika
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
