Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam Tempo 48 Jam, Komando Khatam Al Anbiya Balik Mengancam
Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras kepada Iran dengan ultimatum pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Trump menyatakan AS siap menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran, jika Teheran tidak segera membuka jalur pelayaran vital tersebut tanpa syarat.
“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz dalam 48 jam, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” tegas Trump melalui media sosial.
Ancaman ini menandai eskalasi besar dalam konflik yang kini memasuki pekan keempat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Gangguan di kawasan ini telah memicu lonjakan harga energi global, termasuk kenaikan harga gas di Eropa hingga 35 persen dalam sepekan terakhir.
Sebagai respons, militer Iran melalui Komando Khatam al-Anbiya memperingatkan setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan serangan terhadap fasilitas energi, teknologi informasi, hingga instalasi vital milik AS di kawasan.
Ketegangan meningkat setelah Iran sebelumnya menyerang fasilitas energi di Qatar, termasuk kawasan industri Ras Laffan yang menjadi pusat pengolahan gas alam cair dunia.
Sikap Trump dinilai mengirim sinyal yang berubah-ubah, dari upaya mengakhiri konflik menjadi ancaman langsung terhadap infrastruktur sipil Iran.
Langkah ini juga menuai kekhawatiran sekutu Barat, terutama negara-negara NATO yang dinilai enggan terlibat lebih jauh dalam konflik.***
Sumber: konteks
Foto: Presiden Amerika Serikat, Donad Trump pastikan perang dengan Iran segera berakhir (Foto: AFP)
Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam Tempo 48 Jam, Komando Khatam Al Anbiya Balik Mengancam
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar