Breaking News

Trump Blak-blakan Akui Sangat Bernafsu Kuasai Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Target Panas


Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial soal rencana menguasai sumber minyak Iran. 

Dalam situasi konflik yang telah memasuki pekan kelima, Trump bahkan membuka opsi merebut pusat ekspor minyak strategis Iran di Pulau Kharg.

Sebagaimana yang terjadi di Venezuela awal tahun ini, AS secara efektif berhasil menguasai industri minyak negara Amerika Latin tersebut tanpa perlawanan, setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.

Pernyataan Trump ini langsung memicu kekhawatiran global, terutama karena berpotensi memperluas konflik dan mengguncang pasar energi dunia.

Pulau Kharg Jadi Target Strategis

Pulau Kharg bukan wilayah biasa. Pulau ini merupakan jalur utama ekspor minyak Iran dan menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.

Sebagian besar minyak Iran dikirim dari pulau ini, sehingga setiap ancaman terhadap wilayah tersebut berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Trump mengakui ambisinya untuk mengambil alih sumber daya tersebut.

"Tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan 'mengapa Anda melakukan itu?' Tetapi mereka orang bodoh," ujarnya, mengutip Financial Times, Senin, 30 Maret 2026.

“Mungkin kita (akan) merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan. Itu juga berarti kita harus berada di sana (di Pulau Kharg) untuk sementara waktu,” imbuh Trump.

Invasi Darat Dinilai Berisiko

Pemerintah AS disebut tengah mempertimbangkan skenario pengiriman pasukan darat ke Pulau Kharg. Namun, langkah ini dinilai sangat berisiko.

Iran diketahui memiliki kemampuan militer berupa rudal dan drone yang dapat dengan mudah menjangkau pulau tersebut, sehingga potensi konflik terbuka semakin besar.

Sejumlah laporan juga menyebut Pentagon mulai menyiapkan kemungkinan operasi darat terbatas di Iran, menandakan eskalasi yang semakin serius.

Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Pernyataan Trump berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mentah melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan.

Brent naik hingga sekitar USD115 per barel dan WTI menembus lebih dari USD100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh ketidakpastian di kawasan Timur Tengah yang menjadi pusat produksi energi dunia.

Konflik Meluas, Infrastruktur Jadi Target

Eskalasi konflik tidak hanya terjadi di Iran. Serangan juga mulai menyasar infrastruktur penting di kawasan, termasuk fasilitas energi.

Salah satu insiden terbaru terjadi di Kuwait, di mana fasilitas listrik dan desalinasi air dilaporkan rusak akibat serangan, menewaskan seorang pekerja.

Sementara itu, Iran kembali menegaskan akan membalas setiap agresi yang dilancarkan AS-Israel, sehingga risiko konflik skala besar semakin nyata.

Para analis memperingatkan, jika ketegangan terus meningkat, dampaknya tidak hanya terbatas pada kawasan Timur Tengah, namun juga ekonomi global.***

Sumber: konteks
Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akui sangat bernafsu kuasai minyak Iran (Foto: Anadolu Ajansi/AA)

Trump Blak-blakan Akui Sangat Bernafsu Kuasai Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Target Panas Trump Blak-blakan Akui Sangat Bernafsu Kuasai Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Target Panas Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar