Tok, Parlemen Iran Setuju Pungut Biaya Tol Selat Hormuz, Hanya Larang Kapal AS dan Israel
Komite Keamanan Parlemen Iran telah menyetujui rencana untuk mengenakan tol atau biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Tindakan ini dalam upaya menegaskan kendali Iran yang lebih besar atas jalur air yang secara efektif tertutup, karena perang yang semakin dalam di Timur Tengah.
“Rencana tersebut mencakup langkah-langkah untuk melarang kapal Amerika Serikat dan Israel melewati koridor energi vital tersebut,” menurut Wall Street Journal, Selasa 31 Maret 2026.
Baca Juga:
Ekonomi Global Terancam Kolaps, MUI Desak Perang AS-Israel vs Iran Dihentikan
Mengutip pernyataan seorang anggota komisi keamanan parlemen, televisi Pemerintah Iran mengatakan, rencana tersebut melibatkan antara lain pengaturan keuangan dan sistem tol rial dan penerapan peran kedaulatan Iran, serta kerja sama dengan Oman di sisi lain selat.
Kantor berita Fars sebelumnya mengutip ketua komite urusan sipil parlemen yang mengatakan bahwa Iran harus memungut biaya untuk memastikan keamanan kapal yang melewati Selat Hormuz.
Sejak dimulainya perang AS-Israel di Iran, Teheran telah mengganggu transit maritim melalui selat tersebut untuk kapal-kapal yang menurut mereka terkait dengan musuh perang dan sekutu mereka.
Pengamat maritim menunjukkan sejumlah kecil kapal masih melintasi selat tersebut setiap hari, yang dijaga oleh Korps Garda Revolusi Iran, dengan beberapa di antaranya mengambil rute yang disetujui Teheran melalui jalur air tersebut.
Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar mengumumkan minggu ini bahwa Iran telah mengizinkan 20 kapal lagi untuk melewati Hormuz, dan mencatat bahwa langkah tersebut akan membantu mewujudkan stabilitas di wilayah yang dilanda konflik tersebut.
Rajesh Kumar Sinha, Sekretaris Khusus di Kementerian Pelabuhan, Perkapalan, dan Jalur Air, mengatakan, setidaknya 10 kapal berbendera asing, yang membawa pasokan energi menuju India, terdampar di Teluk.
Jumlah ini di samping 18 kapal berbendera India yang membawa LPG, minyak mentah, dan LNG yang berlabuh di sebelah barat Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengklaim 10 kapal tanker minyak diizinkan melintasi Selat Hormuz sebagai isyarat niat baik dalam negosiasi dengan Iran.
Trump menyampaikan komentar tersebut dalam rapat Kabinet di Gedung Putih, menguraikan apa yang sebelumnya ia gambarkan sebagai "hadiah" dari Teheran. ***
Sumber: konteks
Foto: Kapal tanker dan peti kemas lalu lalang di Selat Hormuz sebelum perang AS-Israel keroyok Iran. (Foto: Saudi Gazette)
Tok, Parlemen Iran Setuju Pungut Biaya Tol Selat Hormuz, Hanya Larang Kapal AS dan Israel
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar