Terungkap! Ali Khamenei Ternyata Pengagum Berat Soekarno, Pancasila Pernah Jadi Bahan Diskusi dari Balik Jeruji Besi
Sosok Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, ternyata pernah menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap gagasan kebangsaan yang dirumuskan Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Catatan sejarah menyebutkan bahwa pemikiran Bung Karno bahkan pernah menjadi bahan diskusi Khamenei saat ia masih menjadi tahanan politik (tapol) pada masa pemerintahan Mohammad Reza Pahlavi, penguasa Iran sebelum terjadinya Revolusi Iran 1979.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa gagasan tentang hubungan antara agama, humanisme, dan kebangsaan yang berkembang di Indonesia turut memberi pengaruh terhadap diskursus intelektual di Iran menjelang perubahan besar dalam sistem politik negara tersebut.
Perdebatan di Sel Penjara
Salah satu cerita yang sering dikutip dalam literatur sejarah berkaitan dengan pengalaman Khamenei ketika dipenjara oleh rezim Syah Iran pada 1974.
Saat itu ia berbagi sel dengan Abolhasan Bani Sadr, tokoh oposisi yang kemudian menjadi presiden pertama Iran setelah revolusi.
Dalam percakapan mereka, Bani Sadr disebut menggambarkan Indonesia sebagai negara sosialis yang tidak memiliki dasar agama.
Khamenei kemudian menanggapi pandangan tersebut dengan membela konsep negara yang dirumuskan Soekarno, yakni Pancasila.
"Anda salah. Bahwa Soekarno memang betul bapak humanisme sosialis, tetapi Soekarno bukanlah seorang komunis dan negara beliau (Indonesia) tidak berdasarkan agama, melainkan berdasarkan ketuhanan di mana semua manusia wajib bertuhan sebagai dasar kebangsaan (Pancasila)," ujar Ali Khamenei kala itu.
Khamenei bahkan menyebut memiliki sejumlah buku yang membahas Pancasila dan berjanji akan meminjamkannya kepada Bani Sadr setelah mereka bebas dari penjara.
Pengaruh pada Diskursus Pasca-Revolusi
Percakapan di dalam sel penjara tersebut dianggap menjadi salah satu momen awal yang memicu diskusi tentang bagaimana membangun negara dengan memadukan unsur religius dan kebangsaan.
Setelah Revolusi Iran 1979 menggulingkan kekuasaan Syah, perdebatan mengenai bentuk negara yang ideal menjadi isu utama di kalangan elite politik dan ulama Iran.
Sebagian pengamat menilai gagasan yang berkembang di Indonesia, khususnya mengenai sintesis antara nilai agama dan identitas nasional, ikut menjadi referensi dalam diskursus tersebut.
Resonansi Konsep Trisakti
Beberapa pengamat juga melihat kesamaan antara konsep Trisakti yang diperkenalkan Soekarno dengan sejumlah kebijakan strategis Iran pada masa kepemimpinan Khamenei.
Trisakti menekankan tiga prinsip utama; kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan.
Di Iran, prinsip yang sejalan muncul dalam gagasan ekonomi yang dikenal sebagai Resistance Economy.
Konsep tersebut menekankan pentingnya kemandirian nasional melalui penguatan produksi dalam negeri, ketahanan pangan, serta pengembangan teknologi strategis seperti sistem pertahanan dan energi.
Pendekatan ini sering dikaitkan dengan semangat berdikari, sebuah gagasan yang sejak lama dikampanyekan Soekarno.
Perbedaan Sistem Politik
Meski terdapat kesamaan dalam beberapa gagasan, sistem politik yang berkembang di Iran dan Indonesia tetap berbeda secara mendasar.
Iran mengadopsi sistem Wilayat al-Faqih, yang memberikan kewenangan politik dan spiritual kepada ulama tertinggi negara.
Dalam sistem tersebut, pemimpin tertinggi memiliki pengaruh besar dalam berbagai aspek pemerintahan.
Sebaliknya, Indonesia menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang menempatkan nilai-nilai keagamaan dalam kerangka kebangsaan tanpa memberikan otoritas politik formal kepada institusi agama.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa gagasan tentang hubungan antara agama dan negara dapat berkembang secara berbeda sesuai dengan konteks sosial dan politik masing-masing negara.
Meski demikian, kisah mengenai ketertarikan Ali Khamenei terhadap pemikiran Soekarno menjadi salah satu contoh bagaimana ide-ide kebangsaan dari Indonesia pernah menjadi bagian dari diskusi intelektual yang lebih luas di tingkat global.***
Sumber: konteks
Foto: Ayatollah Ali Khamenei ternyata pengagum pemikiran Soekarno (Foto: Istimewa)
Terungkap! Ali Khamenei Ternyata Pengagum Berat Soekarno, Pancasila Pernah Jadi Bahan Diskusi dari Balik Jeruji Besi
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar