Breaking News

Sosiolog UNJ Ungkap Ada yang Tak Suka Andrie Yunus Usik Kembalinya Militerisme di Indonesia


Sosiolog Politik Universitas Negeri Jakarta atau UNJ, Ubedilah Badrun, mengatakan, serangan teror penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menandakan tiga hal penting.

Pertama, pembungkaman kritik. Kemudian kegagalan negara dan hak-hak warga negara demokrasi yang terenggut.

"(Siraman air keras menandakan) ada pihak yang sangat nggak suka dengan sikap Andrie Yunus yang sangat kritis terhadap segala upaya kembalinya militerisme di Indonesia," ungkap Ubedilah mengutip Selasa 17 Maret 2026.

"Tanda kedua adalah negara gagal melindungi warga negara dari segala bentuk kekerasan. Dan ketiga, tanda bahwa demokrasi dan hak-hak warga negara secara koersif sedang dibunuh," tegasnya.

Ia mengecam dan mengutuk tindak kekerasan penyiraman air keras yang dialami Andrei Yunus seusaia perekaman podcast atau siniar berjudul ”Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) Jakarta, Kamis 12 Maret 2026 malam.

Karena itu negara dituntut mengusut tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku, sekaligus mengugkap actor intelektualnya.

"Jika negara tak mengungkap siapa pelaku dan aktor intelektual di balik penyiraman air keras ini, berarti negara dapat diduga kuat terlibat dalam aksi penyiraman air keras (kepada aktivis) tersebut," katanya. ***

Sumber: konteks
Foto: Sosiolog Universitas Negeri Jakarta atau UNJ Ubedilah Badrun mengungkap alasan serangan air keras terhadap Andrei Yunus. (Foto: Ist)

Sosiolog UNJ Ungkap Ada yang Tak Suka Andrie Yunus Usik Kembalinya Militerisme di Indonesia Sosiolog UNJ Ungkap Ada yang Tak Suka Andrie Yunus Usik Kembalinya Militerisme di Indonesia Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar