Siasat 'Dua Jempol' Noel Yaqut di Balik Jeruji: Tertawa Simpul Lihat Drama Pintu Koboi Rutan KPK yang Berantakan
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel Ebenezer melempar kritik pedas setelah bertemu kembali dengan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Rutan KPK.
Pertemuan dua tokoh ini terjadi usai kegaduhan status tahanan rumah Yaqut yang sempat memicu polemik mengenai standar keadilan di lembaga antirasuah tersebut.
Noel, yang kini berstatus terdakwa kasus dugaan pemerasan, mengeklaim bahwa dirinya dan Yaqut tengah merancang "rencana besar" untuk merespons langkah-langkah KPK.
Sebagai sesama aktivis, keduanya mengaku hanya bisa menertawakan ketidakkonsistenan regulasi yang diterapkan oleh penyidik terkait status penahanan.
Sentilan 'Pintu Koboi' dan Krisis Moral
Dalam keterangannya di PN Tipikor Jakarta, 30 Maret 2026, Noel mengibaratkan akses keluar-masuk tahanan KPK layaknya "pintu koboi" yang sangat longgar.
Ia menilai prosedur pengalihan status tahanan dari rutan ke rumah lalu ditarik kembali ke rutan dalam hitungan hari telah meruntuhkan marwah lembaga tersebut.
Noel tak segan menuding pimpinan KPK telah kehilangan kompas moral.
Baginya, inkonsistensi ini mencerminkan buruknya tata kelola lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan integritas.
"Sudah enggak punya malu, enggak punya moral, standar moralnya pakai standar moral iblis. Tukang bohong, nipu, licik, liar," ujar Noel sambil menunjukkan simbol dua jempol sebagai bentuk sindiran sarkastis.
Kronologi Kegaduhan Status Tahanan
Drama ini bermula saat Yaqut dipindahkan menjadi tahanan rumah pada 18 Maret 2025 atas permohonan keluarga.
Informasi ini awalnya dibongkar oleh istri Noel, Silvia Rinita, yang menyadari absennya Yaqut di rutan.
Meski KPK mengeklaim prosedur tersebut sesuai KUHAP, gelombang protes memaksa lembaga ini menganulir keputusannya.
Hanya dalam tempo singkat, status tahanan rumah Yaqut dicabut.
Per 24 Maret 2026, ia resmi dijebloskan kembali ke Rutan KPK.
Langkah reaktif ini justru dimanfaatkan kuasa hukum Noel untuk menguji konsistensi hukum.
Mereka ikut mengajukan permohonan serupa guna membuktikan apakah ada tebang pilih dalam perlakuan terhadap para tersangka.***
Sumber: konteks
Foto: KPK cecar mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait aliran dana fee dugaan korupsi kuota haji. (Instagram @official.kpk)
Siasat 'Dua Jempol' Noel Yaqut di Balik Jeruji: Tertawa Simpul Lihat Drama Pintu Koboi Rutan KPK yang Berantakan
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar