Serangan ke Ladang Gas Pars Iran Dinilai Jadi Jebakan Terbaru Israel untuk AS
Serangan Israel ke ladang gas dan minyak Pars Iran berimbas kepada penyerangan Iran kepada ladang gas natural di Lars Raffan di Qatar. Sebelumnya, serangan gabungan AS-Israel membunuh Sekretaris Dewan Pimpinan Tinggi Iran, Ali Larijani.
Ross Harrison, peneliti senior di Middle East Institute, menilai serangan Israel ke ladang gas dan minyak Iran sebagai bagian dari "agenda politik" untuk menutup jalur negosiasi.
Dikutip dari laman Al Jazeera, Harrison menyoroti serangan ini, bersamaan dengan upaya pembunuhan tokoh kunci seperti Ali Larijani, sengaja dirancang untuk meniadakan kemungkinan dialog. "Serangan terhadap instalasi minyak dan ladang gas ini menaikkan tangga eskalasi, dan dalam banyak hal, menjebak Amerika Serikat,"ujar Harrison.
Washington kini berada dalam posisi sulit untuk menangani berbagai kemungkinan buruk yang muncul. Harrison mencatat bahwa dengan dihancurkannya infrastruktur energi utama, ruang gerak diplomasi menjadi sangat sempit. Dunia kini menghadapi ketidakpastian mengenai sejauh mana perang ini akan meluas, sementara dampak lingkungannya mulai dirasakan oleh penduduk bumi secara kolektif.
Kehancuran ladang gas Qatar, sebagai eksportir gas alam cair (LNG) terbesar kedua di dunia, juga diprediksi akan memperparah krisis energi global dan memperlambat transisi energi hijau di berbagai belahan dunia.
Bencana lingkungan
Serangan militer terhadap fasilitas minyak dan gas di Iran, Qatar, dan negara-negara teluk lainnya dinilai tidak hanya melumpuhkan ekonomi, tetapi juga menciptakan bencana lingkungan secara riil time.
Para ahli memperingatkan, polutan yang dilepaskan akan berdampak jauh melampaui garis demarkasi pertempuran. Patrick Galey, kepala investigasi di Global Witness, mengungkapkan kepada Al Jazeera jika kehancuran infrastruktur energi ini melepaskan polutan yang sangat berbahaya ke atmosfer dalam jumlah masif.
Salah satu ancaman utama adalah gas metana, yang menurut Galey, memiliki efek rumah kaca 80 kali lebih kuat dibandingkan karbondioksida (CO2). "Metana dan polutan lain dari gas yang tidak terolah menciptakan efek katastrofik pada kualitas udara lokal," jelas Galey.
Kawasan Teluk sendiri merupakan wilayah dengan kadar nitrogen dioksida (NO2) yang sudah berada di atas ambang batas kesehatan sebelum perang pecah. Galey menekankan bahwa kerusakan ini akan menetap meski gencatan senjata tercapai.
Lebih jauh lagi, proses rekonstruksi pascaperang akan menimbulkan "utang iklim" baru karena pembangunan kembali infrastruktur yang hancur akan kembali mengonsumsi bahan bakar fosil dalam jumlah besar.
Iran mengancam akan menyerang fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk sebagai pembalasan atas serangan Israel terhadap ladang gas Pars pada Rabu (18/3/2026). Eskalasi terbaru ini mengancam pasokan energi dunia.
Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya IRGC telah berjanji bahwa “infrastruktur bahan bakar, energi dan gas” milik mereka yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran “akan dibakar dan diubah menjadi abu sesegera mungkin”.
“Ini adalah peringatan tegas dan jelas bagi para penjahat yang menyerang sebagian infrastruktur bahan bakar dan energi Iran di bagian selatan negara ini,” demikian pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Mehr Iran.
“Kami menyatakan kepada tentara kriminal Amerika yang pengecut dan agresif serta rezim Zionis biadab pembunuh anak-anak bahwa ini peringatan untuk tentara dan martabat kalian,” tambah pernyataan itu.
Selain ladang gas Pars, Israel juga menyerang kilang Asaluyeh, salah satu kilang minyak dan gas terbesar di Iran. Letaknya di provinsi Bushehr, tidak jauh dari reaktor di sana, dan juga di Laut Teluk, tidak jauh dari negara-negara Teluk.
Fasilitas gas alam yang terkait dengan ladang gas selatan Pars lepas pantai merupakan ladang gas terbesar di dunia. Dalam pernyataan yang dibagikan oleh Tasnim, Kementerian Perminyakan Iran mengatakan sejumlah fasilitas rusak tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa kebakaran di ladang gas telah terkendali.
Sumber: republika
Foto: Fasilitas pengolahan gas bumi di Ras Laffan, Qatar/Foto: Qatar Energy/instagram
Serangan ke Ladang Gas Pars Iran Dinilai Jadi Jebakan Terbaru Israel untuk AS
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar