Adsterra

Breaking News

Salah Perhitungan, AS Gagal Memecah Belah Iran


Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya telah gagal mewujudkan rencana mereka untuk memecah belah Iran.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Tasnim News pada Sabtu (7/3/2026), Ali Larijani mengatakan bahwa tujuan utama Amerika Serikat dan sekutunya adalah memecah belah Iran. Namun, solidaritas yang ditunjukkan oleh rakyat Iran serta pengelolaan negara selama masa perang telah menggagalkan rencana tersebut.

“Dalam beberapa hari terakhir, Donald Trump dan para sekutunya, serta kaum Zionis (Israel) dan beberapa aktor regional, secara terang-terangan menyatakan tujuan utama mereka dalam pidato-pidato mereka. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah memecah belah Iran,” kata Larijani.

“Tujuan mereka bukan sekadar menciptakan perubahan kecil di Iran. Dari sudut pandang Israel terhadap negara besar seperti Iran, perubahan kecil seperti itu pada dasarnya tidak berarti. Karena itu, tujuan mereka adalah disintegrasi Iran. Kekhawatiran utama mereka adalah Iran itu sendiri,” tambahnya.

Merujuk pada pernyataan presiden AS dan unggahannya di media sosial yang mengklaim bahwa Iran sedang terpecah, Larijani mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa tujuan utama mereka sejak awal perang adalah menciptakan kondisi bagi terjadinya disintegrasi Iran.

Ia juga menyinggung kesalahan perhitungan Amerika Serikat. “Menurut saya, masalah paling penting bagi Amerika saat ini adalah mereka tidak memahami kawasan Asia Barat, dan Iran khususnya.”

“Mereka berpikir bahwa pola yang sama yang mereka alami di beberapa negara seperti Venezuela dapat diulang di Iran, padahal kondisi di sini sama sekali berbeda.”

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi itu menambahkan, “Mereka ingin mematahkan semangat bangsa Iran dengan menciptakan guncangan besar, tetapi hal itu tidak terjadi karena bangsa Iran memiliki pengalaman sejarah dan budaya yang sangat mendalam.”

Larijani juga mencatat bahwa mungkin terdapat perbedaan pandangan di dalam negeri, namun rakyat Iran pada akhirnya tetaplah rakyat Iran. Rakyat tidak akan bekerja sama dengan kekuatan asing dalam isu seperti memecah belah negara mereka.

“Rakyat Iran telah menyaksikan pengalaman campur tangan Amerika di kawasan; campur tangan di Irak, Afghanistan, dan negara-negara lain berada di depan mata bangsa-bangsa di kawasan ini, dan semua orang tahu bahwa tindakan tersebut dilakukan bukan karena kepedulian terhadap rakyat, melainkan demi kepentingan mereka sendiri.”

Di bagian lain, Larijani menyinggung rencana musuh untuk menciptakan perpecahan di antara rakyat Iran. “Salah satu taktik yang sangat diinvestasikan oleh Amerika adalah menciptakan perpecahan dan perselisihan di dalam Iran. Mereka percaya bahwa perbedaan alami dalam masyarakat dapat berubah menjadi perpecahan politik dan sosial.”

“Namun, kenyataannya rakyat Iran mungkin memiliki pandangan yang berbeda, tetapi mereka bersatu dalam isu Iran dan keutuhan wilayah negara," ujar Larijani.

Pejabat keamanan tinggi Iran itu juga menekankan persahabatan Iran dengan negara-negara tetangga. Namun ia memperingatkan bahwa jika dalam perang ini ada pangkalan yang diberikan kepada Amerika Serikat dan pangkalan itu digunakan untuk melancarkan operasi melawan, Iran berhak untuk merespons, dan ini adalah hak yang sah serta tidak dapat ditawar.

“Negara-negara kawasan harus mengetahui bahwa mereka tidak bisa sekaligus menyatakan keberpihakan kepada Iran dan membiarkan pangkalan mereka digunakan melawan Iran.”

Ia menambahkan, “Iran dengan jelas menyatakan bahwa jika pangkalan regional digunakan untuk menyerang Iran, maka respons yang diperlukan akan diberikan, dan kebijakan ini akan terus dipertahankan.”

Sumber: republika
Foto: Seorang perempuan Iran menangis saat berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2)/Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH

Salah Perhitungan, AS Gagal Memecah Belah Iran Salah Perhitungan, AS Gagal Memecah Belah Iran Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5