Rupiah Tembus 17.000, Rocky Gerung Semprot Menkeu Purbaya: Hentikan Optimisme Palsu!
Situasi ekonomi nasional tengah berada dalam tekanan hebat seiring memanasnya konflik geopolitik di Asia Barat.
Pada awal pekan, Senin 9 Maret 2026, nilai tukar rupiah sempat tersungkur hingga menyentuh angka Rp17.019 per dolar AS.
Kondisi ini memicu kritik pedas dari pengamat politik, Rocky Gerung, terhadap gaya komunikasi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Rocky menilai narasi optimistis yang dibangun pemerintah di tengah meroketnya harga minyak dan defisit APBN sebesar Rp135,7 triliun per Februari 2026 sebagai hal yang tidak realistis.
Ia menyebut publik membutuhkan kejujuran, bukan sekadar angka makro yang terlihat baik di atas kertas.
Sentil "Optimisme Palsu" di Tengah Krisis
Menurut Rocky, ketidakpastian global akibat ketegangan Amerika Serikat, Israel, dan Iran adalah ancaman nyata bagi daya tahan ekonomi mikro masyarakat.
Dia memperingatkan bahwa statistik agregat sering kali menutupi kerentanan di tingkat bawah.
“Semua hal yang akhirnya ada di depan mata kita menunjukkan bahwa kita harus bersiap untuk yang terburuk."
"Bersiap yang terburuk artinya memanfaatkan apa yang tersisa untuk dimaksimalkan,” ujar Rocky melalui kanal YouTube resminya.
Rocky juga mempertanyakan aspek kepercayaan (trust) publik. Ia menduga para menteri cenderung memberikan laporan "asal bapak senang" kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Sampai kemarin, seolah-olah ada optimisme pada Purbaya. Tapi itu optimisme yang palsu," cetusnya.
Pembelaan Menkeu Purbaya: Ekonomi Sedang Akselerasi
Di sisi lain, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa Indonesia sedang menuju resesi seperti tahun 1998.
Baginya, pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG lebih dipicu oleh sentimen negatif para ekonom yang tidak sesuai dengan fakta lapangan.
Purbaya menegaskan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga dan pemerintah memiliki pengalaman mumpuni dalam menjinakkan krisis, berkaca pada tahun 2008 dan 2020.
Ia bahkan membandingkan performa fiskal Indonesia yang lebih sehat dibanding negara tetangga.
"Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian dan boro-boro krisis. Jangankan krisis, resesi saja belum, melambatnya saja belum, kita masih ekspansi, masih akselerasi," tutur Purbaya mantap.
Menkeu mengeklaim defisit APBN Indonesia yang berada di angka 2,9% masih jauh lebih aman jika dibandingkan dengan Malaysia (6,41%) atau Vietnam (3,6%).
Ia meminta investor tetap tenang karena fondasi ekonomi nasional dianggap tetap kokoh menghadapi badai eksternal.***
Sumber: konteks
Foto: Rupiah anjlok ke level Rp17.000, Rocky Gerung minta pemerintah jujur soal kondisi ekonomi. (Instagram @menkeu.ri, YouTube Rocky Gerung)
Rupiah Tembus 17.000, Rocky Gerung Semprot Menkeu Purbaya: Hentikan Optimisme Palsu!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar