Breaking News

Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Israel, 100 Warga Zionis Dilaporkan Kritis


Serangan perlawanan Iran menghantam fasilitas nuklir Dimona di wilayah pendudukan Zionis Israel di Negev, Sabtu (21/3/2026). Laporan Aljazirah menyebutkan, peluru kendali atau rudal yang ditembakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Dimona juga Kota Arad semalam membuat lebih dari 100 warga zionis terluka dan kritis.

Ledakan besar dari serangan balasan Iran tersebut juga menghancurkan sebuah gedung tiga lantai.

“Rudal Iran menghantam kawasan Dimona yang merupakan lokasi fasilitas nuklir Israel,” begitu laporan Aljazirah, dikutip Ahad (22/3/2026).

Masih menurut Aljazirah, yang mengacu pada media pemberitaan di Teheran, serangan rudal Iran ke fasilitas nuklir tersebut adalah balasan atas serangan Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) yang juga menargetkan fasilitas pengayaan uranium Iran di Natanz, Sabtu (21/3/2026).

Times of Israel melaporkan pada Ahad (22/3/2026) dini hari, puluhan ambulans mengangkut 47 orang ke rumah sakit yang terkena dampak langsung dari serangan balasan Iran ke Dimona. Selain itu, 31 warga di sekitar lokasi jatuhnya rudal juga mengalami kecemasan akut.

Dilaporkan pula, serangan balasan rudal-rudal Iran di kawasan nuklir Dimona itu terjadi di 12 titik lokasi yang berbeda-beda.
Dimona merupakan salah satu kawasan pendudukan Israel di wilayah Palestina yang paling penting. Kawasan di sebelah selatan Jerussalem berada di wilayah Negev yang menurut Palestina berada di wilayah Gurun Naqab.

Sejak Sabtu (21/3/2026) malam, militer Iran memfokuskan penyerangan balasan ke wilayah tersebut dengan menembakkan rudal-rudal berdaya ledak besar. Di wilayah target serangan balasan itu terdapat fasilitas nuklir Israel bernama Shimon Perez Nuclear Research Center.

Rudal Iran juga menghantam Kota Arad di selatan Israel. “Selain laporan serangan di kota Arad, serangan ini terjadi di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal,” kata layanan ambulans Israel dalam sebuah pernyataan. Mereka menambahkan bahwa serangan tersebut adalah “serangan langsung”. “Kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut.”

Rumah sakit di Arad kemudian mengumumkan keadaan darurat setelah serangan rudal Iran melukai sedikitnya 70 orang, lapor media Israel. Layanan darurat Israel mengatakan timnya sedang merawat sejumlah besar korban di lokasi kejadian, termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun dalam kondisi serius, 11 orang dalam kondisi sedang, dan beberapa lainnya mengalami luka ringan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengatakan serangan rudal Iran baru-baru ini terhadap kota Dimona di selatan Israel menunjukkan wilayah udara negara itu semakin rentan ketika perang memasuki “fase baru”. 

“Jika rezim Israel gagal mencegat rudal di wilayah Dimona yang sangat dilindungi, ini secara operasional merupakan tanda memasuki fase baru pertempuran,” tulis Ghalibaf dalam sebuah postingan di X. “Langit Israel tidak berdaya.”

Sementara Angkatan Udara Israel menyatakan sedang menyelidiki kegagalan mencegat rudal balistik yang menghantam kota Arad di selatan beberapa waktu lalu. 

Rudal tersebut, yang diperkirakan membawa hulu ledak konvensional dengan bahan peledak ratusan kilogram, melukai puluhan orang dan menyebabkan kerusakan parah.

Laporan media Israel, dua rudal pencegat yang diluncurkan Israel gagal menangkis serangan dari Iran tersebut. Serangan dahsyat yang diluncurkan  tersebut menyangkal klaim Israel dan sekutunya AS bahwa mereka telah melumpuhkan persenjataan Iran.

Kerusakan yang ditimbulkan serangan balasan Iran ke Kota Arad di Israel, Sabtu (21/3/2026). - (Bintang Daud Merah/X)

Komando Front Dalam Negeri juga sedang melakukan penyelidikan mengenai dampak serangan Iran. Baik IAF dan Komando Front Dalam Negeri juga sedang menyelidiki dampak sebelumnya di kota terdekat Dimona, yang melukai puluhan orang lainnya.

PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia “memperkuat pasukan darurat dan penyelamatan yang saat ini beroperasi di lapangan” menyusul serangan di kota Arad.

Televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa pasukan rudal Iran menargetkan Dimona sebagai tanggapan atas "serangan musuh terhadap fasilitas nuklir Natanz." Organisasi Energi Atom Iran melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada hari Sabtu terhadap fasilitas nuklir Natanz di Iran tengah. 

Organisasi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Tasnim: “Setelah serangan kriminal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan entitas Zionis yang merebut negara kami, kompleks pengayaan uranium Natanz menjadi sasaran pagi ini,” dan menekankan bahwa “tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan.”

Markas besar militer Iran "Khatam al-Anbiya" berjanji untuk memperluas cakupan penargetan. Menekankan bahwa "jika mereka menyerang infrastruktur kami, kami akan merespons dengan menyerang infrastruktur yang lebih penting dan lebih besar." 

"Mulai sekarang, kami mendeklarasikan keunggulan rudal Iran di langit wilayah pendudukan," Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran mengumumkan:

Dia menambahkan bahwa “langit wilayah pendudukan selatan akan tetap menyala selama berjam-jam malam ini,” dan bersumpah bahwa “sistem peluncuran baru dalam gelombang mendatang akan memukau Amerika dan  Zionis.”

Sumber: republika
Foto: Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam/Foto: Ilan Assayag/Reuters


Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Israel, 100 Warga Zionis Dilaporkan Kritis Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Israel, 100 Warga Zionis Dilaporkan Kritis Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar