PDIP Lagi Cari Simpati Publik dengan Tunggangi Suara Penolak MBG
Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal Makan Bergizi Gratis (MBG), mengindikasikan adanya kekhawatiran terhadap citra partai di publik dan potensi mempengaruhi elektoral ke depan.
Founder Citra Institute, Yusak Farchan menilai, sikap PDIP yang tertuang dalan surat edaran untuk internalnya bukan menolak MBG.
"PDIP tidak menolak program MBG. PDIP hanya melarang kader atau anggotanya berbisnis, mengkomersialkan atau mencari keuntungan dari MBG," ujar Yusak kepada RMOL, Jumat, 6 Maret 2026.
Yusak meyakini, PDIP sudah mengkalkulasi politik 2029 mendatang, jika MBG sukses dilaksanakan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, magister ilmu politik Universitas Nasional (Unas) itu memperkirakan, partai berlogo partai banteng moncong putih itu menggunakan strategi kontra narasi untuk mendapat dukungan dari kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.
"PDIP sedang berupaya meraih simpati publik dengan menunggangi suara-suara sumbang dari kelompok yang menolak atau mengkritik MBG," kata Yusak.
"Jadi mustahil program populis tidak dikapitalisasi baik untuk kepentingan material maupun kepentingan elektoral," sambungnya
Sumber: rmol
Foto: Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)
PDIP Lagi Cari Simpati Publik dengan Tunggangi Suara Penolak MBG
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar