Breaking News

Negara Lain Ogah-Ogahan Bantu Trump Buka Selat Hormuz


Saran Presiden Donald Trump agar negara-negara mengirimkan kapal perang mereka bersama pasukan angkatan laut AS untuk menjaga Selat Hormuz tetap “terbuka dan aman” tidak menghasilkan komitmen langsung. Hal ini meski Trump telah mengeluarkan senjata andalannya, yakni ancaman-ancaman.

Selat itu dibatasi Iran setelah AS-Israel menggelar agresi militer ilegal ke negara itu pada 28 Februari lalu. Penutupan selat itu kemudian memicu kenaikan harga minyak bumi yang dalam jangka panjang bakal menghancurkan perekonomian dunia

Trump pada Ahad menyebut langsung nama-negara yang ia undang mengamankan Selat Hormuz. Diantaranya China, Prancis, Jepang, Korea Selatan. dan Inggris.

Dia juga mengeluarkan peringatan kepada sekutunya dalam sebuah wawancara di FT, mengatakan bahwa NATO menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika tak mau membantu AS membuka selat Hormuz. 

“Sudah sepantasnya orang-orang yang mendapat manfaat dari selat ini membantu memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana,” kata Trump kepada surat kabar tersebut.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada penyiar NBC pada hari Ahad bahwa dia telah “berdialog” dengan beberapa negara yang disebutkan Trump dan dia berharap China “akan menjadi mitra konstruktif” dalam membuka kembali Selat Hormuz.

Namun tersebut belum memberikan janji apa pun. Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di AS, mengatakan bahwa “semua pihak mempunyai tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan tanpa hambatan”. 

Ia juga mengatakan China akan “memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak terkait” untuk melakukan deeskalasi.

Prancis sebelumnya mengatakan pihaknya sedang mengerjakan kemungkinan misi internasional untuk mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut, namun menekankan hal itu harus dilakukan ketika “keadaan memungkinkan”, yakni saat pertempuran telah mereda. 

Menteri Luar Negeri Federal Jerman Johann Wadephul mengatakan dia “skeptis” dengan rencana tersebut. Dia mengatakan kepada televisi ARD: “Apakah kita akan segera menjadi bagian aktif dalam konflik ini? Tidak.”

Jepang pada Ahad mengatakan bahwa ambang batas bagi Tokyo untuk mengirim kapal perangnya guna membantu melindungi Selat Hormuz “sangat tinggi”.

Namun tersebut belum memberikan janji apa pun. Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di AS, mengatakan bahwa “semua pihak mempunyai tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan tanpa hambatan”. 

Ia juga mengatakan China akan “memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak terkait” untuk melakukan deeskalasi.

Prancis sebelumnya mengatakan pihaknya sedang mengerjakan kemungkinan misi internasional untuk mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut, namun menekankan hal itu harus dilakukan ketika “keadaan memungkinkan”, yakni saat pertempuran telah mereda. 

Menteri Luar Negeri Federal Jerman Johann Wadephul mengatakan dia “skeptis” dengan rencana tersebut. Dia mengatakan kepada televisi ARD: “Apakah kita akan segera menjadi bagian aktif dalam konflik ini? Tidak.”

Jepang pada Ahad mengatakan bahwa ambang batas bagi Tokyo untuk mengirim kapal perangnya guna membantu melindungi Selat Hormuz “sangat tinggi”.

Harga minyak terus naik karena pasar melihat penutupan Selat Hormuz yang efektif belum akan berakhir. Minyak mentah Brent, patokan paling penting untuk harga global, naik sebanyak 3 persen pada hari Ahad hingga mencapai 106 dolar AS per barel, sebelum sedikit menurun pada hari Senin.

Brent berada di 104,15 dolar AS per barel pada Ahad, naik 1 persen. Peningkatan terbaru ini terjadi setelah 

Iran telah menghentikan pelayaran di Selat Hormuz sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut. Hal itu memicu apa yang disebut Badan Energi Internasional (IEA) sebagai gangguan terbesar terhadap pasokan energi global dalam sejarah. 

Harga minyak global telah meningkat lebih dari 40 persen sejak dimulainya perang, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar dan meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Menurut pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), tidak lebih dari lima kapal melewati selat tersebut setiap hari sejak dimulainya perang, dibandingkan dengan rata-rata 138 transit setiap hari.

Setidaknya 16 kapal komersial telah diserang di wilayah tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari, menurut UKMTO. Trump berulang kali menyatakan bersedia mengerahkan Angkatan Laut AS untuk mengawal pelayaran komersial melalui selat yang berbatasan dengan Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab, jika diperlukan. 

Para pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa kapal perang tidak akan dikerahkan ke perairan tersebut sampai kapasitas militer Teheran semakin terdegradasi, namun mereka memperkirakan operasi semacam itu akan segera dimulai.

Sumber: republika
Foto: Iran menegaskan Selat Hormuz hanya ditutup untuk kapal-kapal tanker maupun dagang AS, Israel, dan sekutu mereka (Foto: AP)

Negara Lain Ogah-Ogahan Bantu Trump Buka Selat Hormuz Negara Lain Ogah-Ogahan Bantu Trump Buka Selat Hormuz Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar