Negara Asia Ramai-Ramai Antre Beli Minyak Rusia, Indonesia Ikut Masuk di Tengah Krisis Pasokan Global
Dinamika geopolitik global kembali mengubah peta perdagangan energi dunia.
Sejumlah negara di Asia kini dilaporkan mulai berlomba mendapatkan pasokan minyak dari Rusia, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Negara-negara seperti Vietnam, Thailand, Filipina, Indonesia hingga Sri Lanka disebut masuk dalam daftar pembeli baru yang mengincar minyak Rusia.
Lonjakan minat ini tidak lepas dari terganggunya pasokan energi global akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Situasi tersebut membuat distribusi minyak dunia semakin tidak stabil. Bahkan, sejumlah pihak memperkirakan permintaan minyak dalam waktu dekat bisa melampaui kapasitas pasokan yang tersedia.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengakui bahwa permintaan terhadap minyak Rusia saat ini melonjak tajam.
Ia menyebut banyak negara mulai mencari alternatif sumber energi di tengah ketidakpastian global.
"Permintaan sangat tinggi, terutama dari tujuan alternatif. Akibatnya, bisa saja muncul titik ketika menjadi sulit untuk memenuhi permintaan tambahan," ujarnya, dilansir dari Reuters, Jumat (27/3/2026),
Sebelumnya, pasar energi Rusia sempat terpukul akibat perang di Ukraina yang membuat negara-negara Eropa menjauh. Namun, kondisi kini berbalik.
India dan China menjadi penyumbang terbesar dengan menguasai sekitar 80 persen ekspor minyak Rusia. Turki juga masih menjadi pembeli penting.
Dalam beberapa pekan terakhir, tren tersebut meluas ke negara-negara Asia lainnya. Hal ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi minyak global, termasuk di Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik vital perdagangan energi dunia.
Diperkirakan sekitar 20 persen produksi minyak global terdampak akibat gangguan di kawasan tersebut.
Kondisi ini membuat negara-negara pengimpor energi harus bergerak cepat mencari pasokan alternatif.
Di sisi lain, Rusia justru diuntungkan dari situasi ini. Harga minyak yang tinggi serta pelonggaran sanksi sementara dari Amerika Serikat selama 30 hari memberikan ruang bagi Moskow untuk meningkatkan penjualan.
Meski begitu, kemampuan Rusia untuk menambah ekspor tidak sepenuhnya bebas hambatan.
Serangan drone Ukraina dilaporkan telah mengganggu hingga 40 persen kapasitas ekspor minyak negara tersebut.
Dengan kondisi ini, persaingan mendapatkan minyak Rusia diperkirakan akan semakin ketat dalam waktu dekat.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Negara Asia Ramai-Ramai Antre Beli Minyak Rusia, Indonesia Ikut Masuk di Tengah Krisis Pasokan Global
Negara Asia Ramai-Ramai Antre Beli Minyak Rusia, Indonesia Ikut Masuk di Tengah Krisis Pasokan Global
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar