Media Turki: Iran Hancurkan 12 Sistem Radar Pertahanan AS di Kawasan Teluk
Media pemerintah Turki melaporkan, serangan balasan militer Iran terhadap Amerika Serikat sejak awal perang di kawasan Timur Tengah berdampak besar. Iran dilaporkan telah menghancurkan sedikitnya 12 sistem radar pertahanan milik AS dan sekutunya di negara-negara Teluk Arab, menurut publikasi Anadolu Agency pada Kamis (19/3/2026).
Dalam laporan itu disebutkan, nilai kerusakan dari sistem radar yang hancur diperkirakan mencapai lebih dari 3 miliar dolar AS (sekitar Rp50,7 triliun). Angka tersebut belum termasuk kerusakan berat pada sejumlah instalasi radar militer AS lainnya yang juga terkena serangan rudal Iran.
“Setidaknya 12 sistem radar AS dan sekutunya berhasil dihantam oleh drone dan rudal Iran sejak awal perang. Sistem-sistem radar tersebut bernilai lebih dari 3 miliar dolar AS (sekitar Rp50 triliun),” demikian laporan Anadolu.
Salah satu insiden yang dicatat terjadi di Baghdad, Irak, ketika sistem radar pertahanan Saab Giraffe 1X milik AS yang ditempatkan di kompleks Kedutaan Besar AS dihantam rudal Iran pada Sabtu (14/3/2026). Radar tersebut diperkirakan bernilai sekitar 2 juta dolar AS (sekitar Rp31,4 miliar) dan memiliki kemampuan Counter Rocket, Artillery Mortar (C-RAM) serta Counter Unmanned Aerial System (C-UAS) dengan jangkauan hingga 75 kilometer.
Di kawasan Uni Emirat Arab, empat sistem radar pertahanan AS tipe AN/TPY-2 yang ditempatkan di wilayah al-Sader dan al-Ruwaisi juga dilaporkan hancur akibat serangan Iran. Sistem radar serupa yang terintegrasi dengan sistem pertahanan rudal THAAD di Yordania juga dilaporkan rusak dalam serangan rudal Iran, dengan nilai satu sistem diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33,7 triliun).
Serangan lain juga dilaporkan terjadi di Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar. Sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di fasilitas militer tersebut disebut berhasil dihancurkan. Nilai radar tersebut diperkirakan sekitar 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp18,58 triliun).
Selain radar, laporan itu juga menyebut serangan Iran menargetkan markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Dalam serangan tersebut, dua terminal komunikasi satelit dan sejumlah bangunan besar dilaporkan mengalami kerusakan. Anadolu mengutip konfirmasi intelijen yang menyebut salah satu terminal komunikasi militer AN/GSC-52B yang hancur diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar AS (sekitar Rp337 miliar).
Media tersebut juga merujuk laporan The New York Times yang menyebutkan rudal Iran menghantam tiga kubah radar di Kamp Ariffan, Kuwait, dengan nilai sekitar 30 juta dolar AS (sekitar Rp506 miliar).
“Secara total, 12 sistem radar atau terminal komunikasi satelit dengan nilai sekitar 3,152 miliar dolar AS (Rp53 triliun) berhasil dihancurkan oleh serangan balasan Iran,” tulis laporan akhir Anadolu.
Pangkalan militer AS jadi sasaran
Serangan balasan Iran disebut tidak hanya menargetkan radar, tetapi juga berbagai pangkalan militer AS di sejumlah negara kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Irak, serta Yordania. Serangan dilakukan menggunakan drone tempur dan rudal jarak jauh.
Selain itu, wilayah yang dikuasai Israel di Palestina juga disebut menjadi salah satu sasaran utama serangan balasan Iran. Namun, tingkat kerusakan di wilayah tersebut belum diketahui secara pasti karena adanya pembatasan informasi dari otoritas Israel.
Hingga Jumat (20/3/2026), konflik antara AS dan Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-20 sejak serangan pertama dilancarkan pada 28 Februari 2026. Iran masih terus meluncurkan serangan rudal berdaya ledak besar ke wilayah Israel dan menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Belum ada tanda-tanda gencatan senjata dalam konflik yang semakin meluas ini. Perang di kawasan Timur Tengah juga mulai berdampak terhadap sektor energi global, terutama setelah Iran menutup jalur strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas cair dunia.
Sumber: republika
Foto: Rekaman drone Shahed Iran menghantam pangkalan militer AS di Kuwait pada 28 Februari 2026/Foto: X
Media Turki: Iran Hancurkan 12 Sistem Radar Pertahanan AS di Kawasan Teluk
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar