Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras, Diawali Telepon Gelap Mengaku Pinjol
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyerangan air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026, malam.
Serangan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa ini diduga diawali dengan sejumlah panggilan telepon dari nomor tidak dikenal kepada korban beberapa hari sebelum kejadian.
Pada 9 Maret 2026, korban menerima dua panggilan dari nomor 081479359924 dan 085873477977.
Kemudian pada 12 Maret 2026, kembali terdapat beberapa panggilan dari nomor tak dikenal, sebagian di antaranya diduga terkait spam penipuan maupun pinjaman online.
Pada hari kejadian, sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 WIB, Andrie Yunus meninggalkan kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (Celios) di Jalan Banyumas No. 12, Menteng, Jakarta Pusat untuk menghadiri pertemuan.
Selanjutnya sekitar pukul 19.30 WIB, korban melakukan perjalanan menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro No. 74.
Ia tiba sekitar pukul 19.45 WIB untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin, dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.
Proses perekaman podcast berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB, tetapi korban masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Setelah itu, Andrie sempat menuju SPBU Cikini untuk mengisi bahan bakar sebelum pulang.
Saat itu ia mengenakan kemeja hitam, celana jeans, sepatu, tas, dan helm berwarna hitam.
Sekitar pukul 23.37 WIB, setelah meninggalkan SPBU, korban melintasi Jalan Salemba I menuju kawasan Talang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning bernomor polisi F 2069 UAY.
Pada saat itulah korban melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang tidak dikenal melaju dari arah berlawanan di kawasan Jembatan Talang.
Kendaraan tersebut diduga motor matic Honda Beat keluaran 2016–2021 atau Honda Vario model lama dengan warna dominan hitam dan panel samping putih berbentuk segitiga di bagian belakang.
Sesaat kemudian, salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban tepat di lokasi rumble strip di Jalan Talang.
Cairan tersebut mengenai tubuh bagian kanan korban, terutama mata, wajah, dada, dan tangan.
Korban langsung berteriak kesakitan hingga kehilangan kendali dan menjatuhkan motornya.
Menurut penuturan korban, ia berteriak meminta pertolongan dengan teriakan kesakitan sambil membuka pakaiannya yang terkena cairan tersebut.
Ia juga sempat berteriak “air keras, air keras” sehingga menarik perhatian warga dan pengendara di sekitar lokasi.
Beberapa warga kemudian mendekat dan mencoba memberikan pertolongan.
Dalam situasi tersebut, seorang warga sempat menyebut “ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya?” saat melihat korban.
Akibat cairan tersebut, pakaian korban dilaporkan meleleh. Korban kemudian berusaha mengambil kembali sepeda motor serta tas miliknya, namun meninggalkan pakaian yang sudah rusak di lokasi.
Sementara itu, kedua pelaku langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi menuju arah Jalan Salemba Raya.
Dalam proses melarikan diri, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang diduga digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Sekitar pukul 23.38 WIB, korban kembali mengendarai motornya menuju rumah kontrakan di kawasan Menteng melalui jalan belakang.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 23.40 WIB, dua rekannya yang tinggal serumah, Rizky dan Hardingga, membawa korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggunakan dua sepeda motor.
Korban tiba di RSCM sekitar pukul 23.48 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis darurat.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui tidak ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut.
Pihak yang melakukan pendampingan juga mencatat terdapat sejumlah kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian yang diduga dapat membantu penyelidikan, di antaranya CCTV di BPK Penabur, dua kamera di Pusdiklat Tekfunghan Kementerian Pertahanan, serta dua kamera di persimpangan Jalan Talang.
Saat ini korban sedang menjalani perawatan intensif oleh tim dokter RSCM yang terdiri dari beberapa spesialis, antara lain dokter mata, THT, saraf, tulang, thoraks, penyakit dalam, serta kulit.
Berdasarkan diagnosis awal tim medis, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen. Korban juga dijadwalkan menjalani tindakan operasi mata untuk mengganti jaringan membran amnion atau cangkok dengan prosedur bius lokal.***
Sumber: konteks
Foto: TKP penyiraman air keras yang dialam aktivis KontraS, Andrie Yunus. (Google Maps)
Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras, Diawali Telepon Gelap Mengaku Pinjol
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar