Kisah Karni Ilyas Tolak Tawaran Jabatan Jaksa Agung di Era Presiden Megawati: Pagi-pagi Dibilang Gila oleh Hendropriyono!
Tak banyak yang tahu bahwa pada masa Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Presiden RI ke-5, wartawan senior Karni Ilyas pernah mendapat tawaran sebagai Jaksa Agung.
Di luar dugaan, Karni Ilyas menolak tawaran menggiurkan yang disampaikan langsung Letjen Purn TNI Hendropriyono tersebut.
Fakta itu diungkap mantan Pemred Liputan 6 SCTV tersebut melalui buku berjudul “40 Tahun Jadi Wartawan, Karni Ilyas Lahir untuk Berita” yang diterbitkan Kompas Gramedia, pada Oktober 2012.
Dalam buku yang ditulis Fenty Effendi ini, ia menceritakan momen bagaimana dirinya mendapatkan tawaran menjabat sebagai Jaksa Agung di Pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Tertuang di Bab 5 Nahkoda Layar Liputan 6 SCTV, Kabinet Gotong Royong dan Kisah Bandara Minangkabau, khususnya halaman 326, pria kelahiran Balingka, Sumatera Barat 25 September 1952 itu menuturkan, ”Pada pagi hari tanggal 9 Agustus 2001, bersamaan dengan pengumuman susunan Kabinet Gotong Royong, Karni bangun lebih awal.”
Karni ingin menonton momen tersebut melalui tayangan televisi. Sementara di atas meja kerjanya sudah ada setumpuk nota berisi pesan telepon.
Ya saat itu menelpon ke rumah adalah sebuah kenormalan karena handphone masih menjadi barang sangat langka.
Setelah ia membaca setumpuk pesan-pesan itu, sebagian besar isinya adalah ucapan selamat dari sejumlah kalangan. Lalu ada tiga nota kecil dengan isi pesan yang sama.
Bunyi pesannya adalah ada telepon dari Jenderal Purn TNI Hendropriyono. Lalu Karni menelepon mantan Menteri Transmigrasi dan Koperasi pada masa Kepresidenan BJ Habibie tersebut.
”Begitu (telepon) diangkatnya, dia bilang, ‘Eh kamu ditunjuk Ibu Mega jadi Jaksa Agung!’ Saya Kaget. Tolong bilangin sama Bu Mega, saya tidak bersedia. Lagian saya dari awalkan sudah mendukung Pak Hendro jadi Jaksa Agung.”
”Ndak, saya pegang BIN, kamu Jaksa Agung.Hendro tetap bersikeras. Wah, kata saya, tidak ada cita-cita saya menjadi Jaksa Agung. ’Gila lu, jadi Jaksa Agung ditolak’. Pagi-pagi saya dibilang gila sama Hendro,” tulis Karni.
Lantaran Karni Ilyas menolak tawaran bekerja dalam Kabinet Gotong Royong, akhirnya kursi Jaksa Agung jatuh kepada MA Rahman, seorang jaksa karier.
Demikian kisan sepenggal hidup Karni Ilyas yang menarik disimak karena masih ada pihak yang menolak jabatan empuk di saat banyak orang berlomba-lomba mencari jabatan tersebut. ***
Sumber: konteks
Foto: Wartawan senior Karni Ilyas/Net
Kisah Karni Ilyas Tolak Tawaran Jabatan Jaksa Agung di Era Presiden Megawati: Pagi-pagi Dibilang Gila oleh Hendropriyono!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar