Breaking News

Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Rocky Gerung: Kita Hidup di Republik Penuh Ketakutan!


Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik keras terkait serangan penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM), Andrie Yunus.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Korban diketahui merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), lembaga yang selama ini aktif mengkritisi isu pelanggaran HAM dan demokrasi.

Rocky menilai, insiden tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi dapat dibaca sebagai sinyal melemahnya institusi demokrasi di Indonesia.

Disebut Bukti 'Republic of Fear'

Menurut Rocky, kekerasan terhadap aktivis yang vokal mengkritik kebijakan negara berpotensi menciptakan rasa takut di ruang publik.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai gejala munculnya 'Republic of Fear' atau republik yang dipenuhi ketakutan.

Serangan terhadap Andrie Yunus dinilai semakin mencurigakan karena terjadi setelah korban mengikuti diskusi yang membahas peran militer dalam politik serta relasinya dengan institusi sipil.

"Jika air keras disiramkan kepada Andrie, artinya ada upaya untuk membungkam suara kritis dari masyarakat sipil," ujarnya dalam siniar YouTube Rocky Gerung Official, yang tayang pada Jumat, 13 Maret 2026.

Dugaan Terkait Isu Militerisme

Rocky mengatakan, dirinya tidak memiliki bukti langsung mengenai motif di balik serangan tersebut.

Namun ia menilai berbagai isu kontroversial yang sedang berkembang bisa saja berkaitan dengan peristiwa itu.

"Kita enggak tahu ini kaitannya sebab-akibat tetapi tentu kita mesti menduga dengan kuat bahwa di belakang isu-isu hari-hari ini kontroversial soal gripping militerism. Soal melemahnya lembaga-lembaga demokrasi merupakan sinyal bahwa Indonesia ada di dalam the Republic of Fear atau republik yang penuh dengan ketakutan tuh," ungkap Rocky.

Pernyataan itu merujuk pada perdebatan publik yang sedang berkembang mengenai peran militer dalam ruang politik dan pemerintahan.

Kekerasan Tak Boleh Jadi Cara Merawat Negara

Lebih jauh Rocky menegaskan bahwa praktik kekerasan tidak boleh digunakan sebagai cara untuk mempertahankan atau melindungi institusi negara.

Ia menilai negara seharusnya memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kritik terhadap kekuasaan.

"Kita hidup di republik yang penuh dengan ketakutan dan republik of fear, itu harus kita batalkan ide kekerasan di dalam merawat institusi publik," tegasnya.

Citra Indonesia Bisa Tercoreng

Rocky juga mengingatkan bahwa penanganan kasus ini akan berdampak pada citra Indonesia di mata dunia.

Jika negara dianggap gagal melindungi para pembela HAM, hal itu berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap komitmen Indonesia terhadap demokrasi dan kebebasan sipil.

"Rating Indonesia bisa turun jika penghargaan terhadap aktivis HAM tidak terlindungi," tuntasnya.

Ia menilai pengungkapan kasus tersebut secara transparan menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan ruang demokrasi tetap terlindungi.***

Sumber: konteks
Foto: Pengamat politik, Rocky Gerung/Net

Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Rocky Gerung: Kita Hidup di Republik Penuh Ketakutan! Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Rocky Gerung: Kita Hidup di Republik Penuh Ketakutan! Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar