Kebohongan Trump Terbongkar, Viral Video Rudal AS Hantam Sekolah Putri Iran Tewaskan 165 Siswi
Presiden Trump pada Sabtu menuduh Iran sebagai pelaku pengeboman sekolah
perempuan di Minab, selatan Iran yang menewaskan sekitar 165 siswi pada
Sabtu (28/2/2026). Bukti video terbaru yang menguak kebohongan Trump
tersebut justru menunjukkan rudal Tomahawk milik AS menghujam sekolah itu.
Kebohongan itu disampaikan Trump saat seorang reporter bertanya kepada Trump
tentang serangan tersebut saat berada di dalam pesawat Air Force One,
setelah presiden tersebut menghadiri pemindahan enam anggota militer AS yang
tewas di Kuwait pada tanggal 1 Maret.
“Tidak, dan berdasarkan apa yang saya lihat, hal itu dilakukan oleh Iran,”
jawab Trump sebelum pertanyaan tersebut diajukan kepada Menteri Pertahanan
Pete Hegseth, yang berdiri di samping presiden.
“Kami pasti sedang menyelidikinya,” kata Hegseth. “Satu-satunya pihak yang
menargetkan warga sipil adalah Iran.”
Trump menimpa lagi bahwa ia meyakini Iran mengebom sekolah tersebut, dan
menyebut serangan itu "sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan
amunisi mereka. Mereka sama sekali tidak akurat. Itu dilakukan oleh Iran."
Sementara sebuah video yang baru muncul menunjukkan sebuah rudal buatan AS
menghantam sebuah gedung di Iran yang berdekatan dengan sekolah perempuan di
mana para pejabat setempat mengatakan 168 orang syahid, kata para ahli
kepada ABC News.
Video saksi mata tersebut pertama kali diunggah Ahad pagi oleh media Iran
Mehr News, dan kemudian dibagikan secara online oleh Trevor Ball, mantan
teknisi Pembuangan Senjata Peledak Angkatan Darat AS, yang sekarang bekerja
sebagai peneliti di kelompok investigasi Bellingcat.
Ball mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa video tersebut menunjukkan
rudal Tomahawk buatan AS. Para ahli mengatakan kepada ABC News bahwa rudal
tersebut memiliki karakteristik Tomahawk, yang digunakan oleh Amerika
Serikat dan tidak diketahui digunakan oleh Iran atau Israel.
Sam Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies,
mengatakan kepada ABC News bahwa ukuran dan bentuk rudal tersebut mirip
dengan Tomahawk. “Saya yakin ini menunjukkan tanggung jawab AS atas serangan
di wilayah tersebut,” katanya.
NR Jenzen-Jones, direktur Armament Research Services, juga mengatakan
amunisi yang terlihat dalam video tersebut tampaknya adalah Tomahawk.
Sebelumnya, para penyelidik militer AS meyakini bahwa kemungkinan besar
pasukan AS bertanggung jawab atas serangan di sebuah sekolah perempuan di
Iran yang menewaskan puluhan anak pada Sabtu.
“Itu menunjukkan bahwa ini adalah serangan AS,” katanya.
Jenzen-Jones sebelumnya memperingatkan bahwa akan sulit untuk menyalahkan
sekolah terdekat atas serangan tersebut tanpa adanya akses terhadap pecahan
amunisi. Dia mengatakan, video baru itu masih belum menjadi bukti siapa yang
bertanggung jawab atas pemogokan sekolah tersebut.
"Kami hanya bisa memastikan mengenai apa yang ada dalam video tersebut.
Tentu saja, hal ini membuat target di sekitarnya lebih besar kemungkinannya
untuk diserang oleh AS, namun hal ini tidak memberikan kepastian," katanya.
The Wall Street Journal, mengutip seorang pejabat Amerika, melaporkan bahwa
penyelidik militer AS yakin pasukan Amerika kemungkinan besar bertanggung
jawab, meskipun belum ada kesimpulan akhir yang dicapai. Pejabat tersebut
mengklaim ada indikasi bahwa gedung tersebut pernah digunakan sebagai markas
IRGC.
The New York Times, berdasarkan citra satelit dan video geolokasi, menemukan
bahwa sekolah tersebut diserang pada saat yang sama dengan serangan presisi
terhadap pangkalan angkatan laut IRGC yang berdekatan, dan mantan pejabat
Angkatan Udara AS berpendapat bahwa penjelasan yang paling mungkin adalah
"kesalahan identifikasi sasaran".
BBC Verify melaporkan beberapa lokasi dampak dan bekas luka bakar di sekitar
sekolah dan fasilitas IRGC di dekatnya, dan para analis mengatakan pola
kerusakan tersebut menunjukkan penggunaan amunisi tembus.
Rekonstruksi yang dilakukan The Guardian menempatkan sekolah tersebut
berbatasan langsung dengan kompleks IRGC, hanya dipisahkan oleh tembok yang
dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
Middle East Eye, mengutip para penyintas dan petugas pertolongan pertama,
melaporkan kemungkinan terjadinya serangan "ketuk dua kali". Ledakan kedua
terjadi di wilayah tersebut tak lama setelah ledakan pertama, yang menimpa
orang-orang yang berlindung di mushala sekolah.
CBC News mencatat serangan itu bertepatan dengan gelombang pertama serangan
AS-Israel di Iran selatan.
Serangan tanggal 28 Februari di sekolah dasar Shajareh Tayyebeh menewaskan
lebih dari 170 orang, banyak dari mereka adalah anak-anak, menurut pejabat
Iran.
UNESCO menggambarkan pembunuhan siswa sebagai “pelanggaran berat” terhadap
perlindungan fasilitas pendidikan berdasarkan hukum kemanusiaan
internasional dan menyerukan penyelidikan penuh. Belum ada pihak yang secara
resmi mengaku bertanggung jawab.
The moment when Israeli and American terrorists struck #Minab school#minabmassacre#MINABSCHOOL pic.twitter.com/kHJEOukowj
— Mehr News Agency (@MehrnewsCom) March 8, 2026
Sumber:
republika
Foto: Kebohongan Trump Terbongkar, Viral Video Rudal AS Hantam Sekolah
Putri Iran Tewaskan 165 Siswi/Net
Kebohongan Trump Terbongkar, Viral Video Rudal AS Hantam Sekolah Putri Iran Tewaskan 165 Siswi
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar