Breaking News

Iran Hantam Ras Laffan, Fasilitas Pengolahan Gas Terbesar di Dunia


Kota Industri Ras Laffan di Qatar menjadi sasaran rudal pada Rabu malam yang menyebabkan kebakaran hebat dan kerusakan parah. Perkembangan ini setelah Iran menjanjikan balasan atas serangan Israel ke ladang gas selatan Pars.

Aljazirah melansir, pabrik tersebut, yang terletak di timur laut negara tersebut, merupakan fasilitas produksi gas alam cair atau liquid natural gas (LNG) terbesar di dunia. Qatar sendiri memproduksi 20 persen produksi LNG global. Dari sinilah kekayaan Qatar dibangun.

Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan negara Teluk itu diserang Iran, yang melibatkan lima rudal balistik. Pernyataannya yang dipublikasikan di X mengatakan angkatan bersenjata negara tersebut mencegat empat rudal, sementara satu rudal jatuh di Kota Industri Ras Laffan, sehingga menyebabkan kebakaran. 

“Tim Pertahanan Sipil saat ini merespons dan berupaya memadamkan api,” kata kementerian itu. Setelah serangan pertama, Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan bahwa pertahanan udaranya berhasil mencegat dua rudal balistik yang ditujukan ke Ras Laffan. 

QatarEnergy mengonfirmasi bahwa Kota Industri Ras Laffan menjadi sasaran serangan rudal semalam. "Tim tanggap darurat segera dikerahkan untuk memadamkan api, karena kerusakan parah telah terjadi. Semua personel telah dikerahkan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan saat ini," kata perusahaan itu.

Lokasi tersebut telah dievakuasi beberapa jam sebelumnya karena Iran mengatakan akan menargetkan fasilitas tersebut dan empat fasilitas lainnya di wilayah Teluk. Ancaman itu sebagai respons terhadap serangan Israel terhadap ladang gas di selatan Pars, salah satu yang terbesar milik Iran.

Patut dicatat, Qatar adalah salah satu negara Teluk penyedia pangkalan militer untuk Amerika Serikat. Pangkalan Udara Al Udeid di negara itu merupakan instalasi militer AS terbesar di Timur Tengah, menampung sekitar 10.000 personel AS dan markas besar Komando Pusat AS (CENTCOM). Al Udeid merupakan pusat utama operasi udara dan intelijen AS di Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan terhadap Ras Laffan sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara, serta ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya”. 

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan bahwa meskipun Qatar telah berusaha menjauhkan diri dari perang tersebut, “pihak Iran terus menargetkan Qatar dan negara-negara tetangganya, melakukan pendekatan yang tidak bertanggung jawab yang merusak keamanan regional dan mengancam perdamaian internasional”. 

Qatar “berulang kali menyerukan perlunya menahan diri untuk tidak menargetkan fasilitas sipil dan infrastruktur energi”, termasuk di Iran, lanjut pernyataan itu. Namun Iran telah melakukan politik eskalasi yang “mendorong kawasan ini menuju jurang kehancuran”. 

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah berjanji bahwa “infrastruktur bahan bakar, energi dan gas” milik mereka yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran “akan dibakar dan diubah menjadi abu sesegera mungkin”. 

“Ini adalah peringatan tegas dan jelas bagi para penjahat yang menyerang sebagian infrastruktur bahan bakar dan energi Iran di bagian selatan negara ini,” demikian pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Mehr Iran. 

“Kami menyatakan kepada tentara kriminal Amerika yang pengecut dan agresif serta rezim Zionis biadab pembunuh anak-anak bahwa ini peringatan untuk tentara dan martabat kalian,” tambah pernyataan itu.

Saul Kavonic, kepala penelitian di MST Marquee Australia, mengatakan serangan terhadap Ras Laffan "dapat menyebabkan kekurangan gas global yang berkepanjangan, namun hal ini tidak akan memberikan tekanan pada pemerintahan Trump karena AS mendapat keuntungan ekonomi dari tingginya harga gas global".

Sementara, Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) Rabu (18/3/2026), meminta Israel untuk tidak lagi menyerang fasilitas energi Iran setelah pusat kilang gas terbesar Iran di selatan Pars dibom oleh serangan udara Zionis. Laporan WSJ juga menyebut bahwa Trump awalnya memberi lampu hijau kepada Israel melancarkan serangan ke Pars.

Kini, Trump meminta Israel untuk tak lagi menargetkan fasilitas energi Iran. Permintaan Trump itu diketahui setelah Iran melancarkan serangan balasan menergetkan kilang-kilang negara Teluk seperti di Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain.

Menurut sumber WSJ, alasan Trump menyetujui serangan Israel terhadap ladang gas Pars, adalah sebagai pesan untuk Teheran atas tindakan menutup Selat Hormuz. Washington menurut sumber itu, saat ini menunggu respons Iran apakah akan mengambil keputusan strategis terhadap Selat Hormuz.

Sumber; republika
Foto: Fasilitas pengolahan gas bumi di Ras Laffan, Qatar/Foto: Qatar Energy

Iran Hantam Ras Laffan, Fasilitas Pengolahan Gas Terbesar di Dunia Iran Hantam Ras Laffan, Fasilitas Pengolahan Gas Terbesar di Dunia Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar