Breaking News

Iran Gandeng Rusia dan China Usai 'Bombardir' Israel, Borong Rudal Senilai Rp 9 Triliun


Kondisi geopolitik Timur Tengah kian memanas. Pasca "Perang 12 Hari" dengan Israel pada Juni 2025 lalu, Iran dilaporkan bergerak cepat memperkuat pertahanan udaranya.

Teheran kini mengandalkan aliansi dengan Moskow dan Beijing untuk memasok sistem persenjataan canggih guna mengisi kembali gudang senjata yang babak belur.

Abaikan Embargo, Rusia Pasok Sistem 'Verba'

Meski embargo senjata internasional kembali diberlakukan pada September 2025 lewat mekanisme snapback PBB, Rusia secara terang-terangan menolak aturan tersebut.

Berdasarkan laporan Financial Times, Iran telah menandatangani kontrak raksasa senilai €495 juta (sekitar Rp8,5 triliun hingga Rp9 triliun) dengan Rusia.

Kontrak ini mencakup pengadaan 500 unit peluncur dan 2.500 rudal anti-pesawat 9K336 'Verba' yang bisa dioperasikan dari bahu (MANPADS).

“Kami tidak mengakui pemberlakuan kembali sanksi itu,” tegas Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dalam keterangannya yang menantang kebijakan Barat.

Senjata Supersonik China Incar Selat Hormuz

Tak hanya Rusia, China juga menjadi mitra strategis Iran. Teheran kini dalam tahap akhir negosiasi untuk memboyong rudal anti-kapal CM-302, versi ekspor dari YJ-12 yang mematikan.

Rudal supersonik ini memiliki jangkauan hingga 290 kilometer, yang diprediksi akan mengubah peta kekuatan di jalur logistik vital, Selat Hormuz.

Pemerintah China sendiri menyatakan sikap serupa dengan Rusia. Pihak Beijing menyebut bahwa mereka, "dengan tegas menentang pembatasan sepihak dan ilegal" yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Dampak Strategis bagi Pertahanan Iran

Langkah nekat Iran ini dilakukan setelah infrastruktur militer dan nuklir mereka mengalami kerusakan signifikan akibat Operasi Rising Lion oleh Israel dan AS.

Dengan hadirnya sistem Verba dan CM-302, Iran berambisi:
  • Menghalau Drone & Helikopter: Sistem Verba efektif mengunci target pada ketinggian rendah.
  • Ancaman Kapal Perang: Kecepatan supersonik CM-302 menjadi momok bagi armada laut lawan di Teluk Persia.
Meskipun kesepakatan dengan China masih bersifat tentatif karena pertimbangan tensi politik dengan AS, pergerakan Teheran ini membuktikan bahwa jaringan aliansi Timur-Barat kian terbelah tajam.***

Sumber: konteks
Foto: Rudal Hipersonik Fattah milik Iran. (Youtube/wartakurtaproduction)

Iran Gandeng Rusia dan China Usai 'Bombardir' Israel, Borong Rudal Senilai Rp 9 Triliun Iran Gandeng Rusia dan China Usai 'Bombardir' Israel, Borong Rudal Senilai Rp 9 Triliun Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar