Garuda Berdarah Rp 5,42 Triliun: Bos Danantara Bongkar Borok 'Grounded' Hingga Antrean Mesin yang Macet Total!
Kinerja finansial PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2025 memerah tajam.
Maskapai pelat merah ini mencatatkan rugi bersih fantastis mencapai USD 319,39 juta atau setara Rp5,42 triliun, melonjak drastis dibandingkan kerugian tahun sebelumnya yang "hanya" Rp1,18 triliun.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, blak-blakan menyebut beban operasional sebagai biang kerok utama.
Masalah intinya yaitu banyak armada pesawat yang terpaksa parkir di darat (grounded) akibat kerusakan namun tetap memakan biaya sewa (leasing) yang tinggi.
Jebakan "Grounded" dan Antrean MRO
Kondisi ini diperparah oleh ketidakmampuan perusahaan melakukan perbaikan armada secara cepat di masa lalu.
Pesawat yang tidak terbang praktis tidak menghasilkan pendapatan, sementara kewajiban bayar ke pihak lessor terus berjalan tanpa ampun.
Tantangan global juga menjadi batu sandungan serius.
Dony mengungkapkan bahwa mencari bengkel pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) saat ini sangat sulit.
Banyak mesin pesawat Garuda yang sudah masuk bengkel namun belum mendapatkan antrean pengerjaan.
"Bayangkan mereka punya pesawat, di-grounded semua, dan itu harus dibayar terus leasing-nya, tapi tidak mendapatkan penghasilan," ujar Dony Oskaria saat ditemui di Senen, Jakarta Pusat, Senin 29 Maret 2026.
Strategi Pemulihan 2026
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairuppan, menambahkan bahwa selain kapasitas produksi yang terbatas pada semester I 2025, fluktuasi kurs rupiah dan penurunan passenger yield turut menekan neraca keuangan.
Tercatat, jumlah penumpang terkoreksi 10,5 persen menjadi 21,2 juta orang.
Meski babak belur, manajemen tetap agresif mengejar pemulihan.
Per akhir 2025, Garuda mulai menambah jumlah armada menjadi 99 unit dari sebelumnya hanya 84 unit.
Saat ini, fokus utama perusahaan adalah menuntaskan perbaikan 43 pesawat yang masih mengantre di bengkel guna memperkuat fundamental bisnis menuju fase pemulihan yang lebih solid tahun depan.***
Sumber: konteks
Foto: Ternyata Garuda Indonesia rugi dan membengkak jadi Rp5,42 triliun. (Instagram @garuda.indonesia)
Garuda Berdarah Rp 5,42 Triliun: Bos Danantara Bongkar Borok 'Grounded' Hingga Antrean Mesin yang Macet Total!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar