Breaking News

Garda Revolusi Iran Tantang Trump Adu Kekuatan Angkatan Laut di Selat Hormuz


Presiden Donald Trump telah memperingatkan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Eropa tentang masa depan yang sangat buruk jika mereka menolak permohonan Washington untuk membantu mengamankan Selat Hormuz.

Teheran sebelumnya bersikeras bahwa jalur energi maritim yang penting itu tetap terbuka untuk semua orang – kecuali negara-negara 'bermusuhan.

“Sangatlah tepat jika pihak-pihak yang diuntungkan dari Selat tersebut membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana,” kata Trump, seraya berpendapat bahwa Eropa dan Tiongkok sangat bergantung pada minyak dari Teluk, tidak seperti AS.

“Jika tidak ada tanggapan atau jika tanggapannya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” katanya.

Merespons hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menantang Trump untuk mengirimkan kapal perang AS untuk mendukung klaimnya yang berulang kali bahwa angkatan laut Iran pada dasarnya telah hancur.

"Bukankah Trump mengatakan bahwa angkatan laut Iran telah dihancurkan? Jika demikian, biarkan dia mengirimkan kapalnya ke Teluk Persia jika dia berani," kata seorang juru bicara IRGC.

Sejumlah negara sekutu Trump telah menyatakan menolak untuk bergabung dalam perang melawan Iran, termasuk mengirim kapal tempur ke Selat Hormuz. 

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan kepada parlemen bahwa Tokyo tidak berencana untuk mengirimkan kapal angkatan laut untuk mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz.

“Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum,” kata Takaichi.

Australia juga tidak akan mengirim kapal ke Selat Hormuz meskipun ada seruan dari Presiden AS Donald Trump agar sekutu membantu mengamankan jalur air penting tersebut, kata menteri transportasi negara itu pada Senin.

Menteri Transportasi Catherine King mengatakan kepada ABC bahwa Australia tidak diminta untuk mengerahkan kapal. Sebagai gantinya, Australia, akan berkontribusi dengan menyediakan pesawat untuk membantu upaya pertahanan di Uni Emirat Arab.

“Yah, kami sudah sangat jelas tentang kontribusi kami terkait permintaan tersebut, dan sejauh ini, itu untuk UEA – jelas menyediakan pesawat untuk membantu pertahanan, terutama mengingat jumlah warga Australia yang berada di daerah itu – tetapi kami tidak akan mengirim kapal ke Selat Hormuz,” katanya.

Stok persenjataan Iran

Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini mengatakan sebagian besar persenjataan yang dimiliki oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) masih utuh, dan persenjataan yang lebih canggih disimpan sebagai cadangan.

Nani mengatakan kepada stasiun televisi IRIB bahwa Iran telah menembakkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone terhadap target AS dan Israel sejak awal perang pada 28 Februari.

Ia menambahkan bahwa kemampuan ofensif Iran telah meningkat secara signifikan sejak perang 12 hari AS dan Israel terhadap Iran tahun lalu.

“Rudal yang saat ini digunakan berasal dari satu dekade lalu,” kata Naini.

“Banyak rudal yang telah kami produksi sejak perang 12 hari hingga perang Ramadan belum dikerahkan,” katanya.

Iran menegaskan tidak akan pernah menyerah atas agresi yang dilakukan oleh Amerika dan Israel. 

Sumber: republika
Foto: Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree terbakar setelah terkena rudal Iran di Selat Hormuz, Iran, 11 Maret 2026/Foto: EPA/ROYAL THAI NAVY

Garda Revolusi Iran Tantang Trump Adu Kekuatan Angkatan Laut di Selat Hormuz Garda Revolusi Iran Tantang Trump Adu Kekuatan Angkatan Laut di Selat Hormuz Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar