Duaar! Jurnalis dan Juru Kamera TV Rusia Nyaris Tewas Kena Rudal Israel Pas Live di Lebanon Selatan
Roket Israel nyaris menewaskan seorang Jurnalis dan Juru Kamera TV Rusia 'RT' saat live report di Lebanon Selatan, Kamis, 19 Maret 2026.
Ledakan hebat itu nyaris menewaskan jurnalis Steve Sweeney saat melaporkan langsung situasi Lebanon yang hancur dirudal Israel.
Dari video yang dirilis Rusia Today pada, Sweeney memakai rompi bertuliskan Press di video berdurasi 47 detik.
Sweeney yang tengah melaporkan kerusakan Lebanon Selatan Israel yang membuat wilayah di Lebanon hancur berkeping-keping.
Sesaat rudal jatuh, terdengar suara riuh dari udara dan Sweeney sudah bersiap-siap menghindar. Hingga akhirnya sebuah rudal jatuh tepat di belakang Sweeney dan meluluh lantakan puing di lokasi laporan RT.
Sweeney yang menghindar sesaat sebelum rudal tersebut jatuh di belakangnya, berhasil selamat dalan kengerian itu.
Beruntung, kondisi jurnalis peraih Award-Winning Beirut kategori Liputan Perang itu dalam keadaan sehat dan hanya mendapat luka ringan.
Namun terdengar suara Sweeney yang memaki karena kaget usai rudal jatuh tepat di belakangnya.
"Rekaman tersebut mengabadikan momen ketika jurnalis Inggris Steve Sweeney dan kru kameranya menjadi sasaran pasukan Israel di Lebanon Selatan," tulis media Iran Press Tv.
Jurnalis dan Juru Kamera Selamat
Dalam video terpisah yang diunggah di akun media sosialnya, Rida mengaku kondisinya stabil, dan berseloroh, "Ternyata ketika rudal terbang ke arah Anda, Anda bisa mendengarnya."
Sementara itu Sweeney--saat diwawancara secara daring dalam program siaran The Shanchez Effect--mengatakan dia dirawat karena luka akibat pecahan roket atau peluru di lengannya.
"Saya kagum bahwa kami selamat. Kami sangat beruntung hanya mengalami cedera seperti itu," kata jurnalis tersebut.
"Ini adalah serangan yang disengaja dan terarah. Tidak ada keraguan tentang itu," tambah Sweeney.
Detik-detik serangan roket tak jauh dari titik Sweeney sedang melaporkan dan direkam Rida pun terekam. Saat roket menghunjam tanah tak jauh dari titik lokasi, mereka berdua terkejut dan terlempar. Kamera yang merekam Sweeney pun terjatuh.
Dari rekaman yang dibagikan di akun media sosial RT, kedua jurnalis itu menggunakan rompi bertuliskan 'PRESS' saat meliput di dekat jembatan yang tak jauh dari kota Tirus tersebut.
Mengutip dari RT, Jumat, 20 Maret 2026, mereka mengatakan sebuah pesawat Israel menembakkan rudal ke posisi pengambilan gambar mereka di dekat Jembatan Al-Qasmiya di Lebanon selatan.
Lokasi itu tidak jauh dari pangkalan militer setempat.
Rida mengatakan pasukan Israel diduga 'dengan sengaja menyerang' kru jurnalis tersebut meskipun mereka mengenakan seragam yang menampilkan kartu identitas pers mereka.
Kamera Rida merekam momen serangan tersebut saat ia mengambil gambar laporan Sweeney. Rekaman tersebut menunjukkan rudal menghantam kurang dari sepuluh meter di belakang Sweeney saat ia sontak tiarap guna berlindung.
Beruntung nyawa Sweeney dan Rida masih terilndungi, dan hanya mengalami luka-luka sehingga harus menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Rida membagikan momen dokter lokal mengangkat serpihan-serpihan peluru dari tangan Sweeney di media sosialnya.
Dalam video yang ditampilkan di akun media sosial Rida, dan juga disiarkan di laman artikel berita RT, terlihat dokter sedang melakukan tindakan medis pada lengan kanan Sweeney.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak Israel menghentikan serangan ke wilayah negaranya yang diklaim sebagai basis Hizbullah.
Dia menyatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Kamis kemarin.
Mengutip penyataan resmi RT, Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia, Maria Zakharova, mengutuk Israel atas serangan yang mengenai jurnalis dengan tanda 'Pers' yang sangat jelas pada Kamis kemarin.
Zakharova pun menyinggung aksi militer Israel (IDF) yang juga telah menyebabkan kematian ratusan jurnalis yang meliput agresi zionis di Gaza, Palestina sejak Oktober 2023 lalu.
Menurut Zakharova serangan terhadap jurnalis RT yang mengenakan tanda pers itu, "tidak dapat disebut kecelakaan mengingat pembunuhan dua ratus jurnalis di Gaza."
"Terutama karena roket tersebut tidak mengenai 'fasilitas militer strategis yang signifikan', melainkan lokasi di mana laporan tersebut sedang direkam," tulisnya di Telegram.
Dia juga menambahkan bahwa Moskow "menunggu tanggapan dari organisasi internasional."
Israel telah berulang kali menghadapi tuduhan sengaja menargetkan jurnalis dan pekerja media. Sejak eskalasi regional terbaru dimulai ketika AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari, Komite Perlindungan Jurnalis telah melaporkan bahwa setidaknya tiga jurnalis telah tewas di Iran dan Gaza.
Dan, dalam beberapa waktu terakhir Israel tengah gencar mengebom wilayah Lebanon, terutama di selatan ibu kota negara itu, Beirut. Israel berdalih memburu kelompok milisi Hizbullah di wilayah tersebut.
Sumber: disway
Foto: Roket Israel nyaris menewaskan seorang Jurnalis dan Juru Kamera TV Rusia 'RT' saat live report di Lebanon Selatan-RT-
Duaar! Jurnalis dan Juru Kamera TV Rusia Nyaris Tewas Kena Rudal Israel Pas Live di Lebanon Selatan
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar