Drone Iran Targetkan Pusat Pengembangan Teknologi Iron Dome Milik Israel
Militer Republik Islam Iran mengumumkan telah meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) yang menargetkan kompleks manufaktur senjata strategis milik rezim Zionis di wilayah pendudukan pada Selasa (17/3/2026).
Dalam pernyataan ke-31 sejak dimulainya Operasi Janji Setia 4, Angkatan Darat Iran mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan aksi balas dendam atas gugurnya personel militer serta warga sipil Iran akibat agresi musuh. Target utama dalam operasi kali ini adalah Kompleks Teknologi dan Manufaktur Senjata Rafael, seperti dilansir dari kantor berita semi formal Iran, Tasnim.
Militer Iran menjelaskan, kompleks Rafael bukan sekadar pabrik senjata biasa. Fasilitas ini merupakan pusat pengembangan teknologi penghancur massal dan sistem pertahanan udara bagi tentara Israel, termasuk sistem Iron Dome yang tersohor.
Selain itu, pernyataan tersebut menyoroti peran pusat teknologi siber Rafael yang memasok perangkat lunak sistem senjata pemandu serta perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini disebut telah digunakan untuk melancarkan serangan teroris terhadap pusat-pusat populasi di Iran.
Eskalasi besar-besaran ini dipicu oleh kampanye militer yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Agresi tersebut diawali dengan pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Serangan udara intensif dari pihak AS-Israel telah menghantam lokasi militer maupun sipil di seluruh penjuru Iran, yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang sangat luas.
Sebagai pembalasan, Angkatan Bersenjata Iran terus menjalankan operasi balasan secara bertahap. Dengan menggunakan gelombang rudal dan drone (UAV), Teheran menargetkan posisi-posisi strategis Amerika dan Israel, baik yang berada di wilayah pendudukan Palestina maupun di pangkalan-pangkalan militer di seluruh kawasan Asia Barat.
Iran menegaskan, setiap fasilitas yang berkontribusi pada mesin perang Zionis—terutama pusat pengembangan drone dan sistem rudal—adalah target sah dalam upaya mempertahankan kedaulatan nasional mereka.
Wasiat Larijani
Pemerintahan Iran mengonfirmasi syahidnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani, Rabu (18/3/2024). Melalui pernyataan tertulis yang disiarkan ke publik, Larijani wafat saat serangan susulan agresi Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) ke Teheran, pada Senin (16/3/2026) malam waktu setempat.
“Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, diumumkan sebagai martir menyusul agresi AS-Israel pada Senin malam,” begitu dalam laporan al-Mayadeen yang dikutip, Rabu (18/3/2026). Larijani, menjadi salah satu tokoh penting di Iran selama ini, sekaligus menjadi pejabat dengan posisi politik terkuat kedua setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang bergelar Ayatollah.
Wafatnya Larijani dalam peperangan melawan agresi Zionis-AS ini, pun membuatnya sebagai martir tertinggi kedua, setelah syahidnya Wali Agung Ayatullah Ali Khamenei yang dibunuh oleh AS-Zionis pada serangan pembuka perang, Sabtu (28/2/2026) lalu. Sebelum wafat, Larijani sempat menuliskan pesan-pesan patriotik untuk militer dan seluruh rakyat Iran. Pesan-pesan yang diposting melalui akun X miliknya terkait dengan gugurnya para prajurit Angkatan Laut Iran dalam perang perlawanan terhadap AS-Zionis.
“Dalam kesempatan upacara pemakaman para anggota Angkatan Laut Republik Islam Iran yang gagah berani: Kenangan mereka akan selalu tetap di hati rakyat Iran, dan kemaritiman ini akan memperkuat fondasi tentara Republik Islam dalam struktur angkatan bersenjata untuk tahun-tahun mendatang. Saya memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk menganugerahkan kepada para martir terkasih ini kedudukan tertinggi,” begitu tulis pesan Larijani. Beberapa hari sebelum gugur, Larijani, pun sempat menuliskan enam pesan untuk negara-negara Islam di kawasan Teluk Arab.
Dalam pesan-pesannya untuk negara-negara Islam di kawasan Arab itu, Larijani mengatakan, Republik Islam Iran bukanlah musuh bagi negara-negara Teluk. Kata dia, bahwa musuh sejati negara-negara Islam di kawasan Arab, adalah Zionis Israel, bersama Amerika Serikat (AS). Kata dia, Iran bukan berperang dan menyerang negara-negara tetangga sesama Islam di Timur Tengah (Timteng). Namun berperang untuk melawan dua musuh utama negara-negara Islam saat ini, yaitu Zionis Israel dan AS yang menjadikan wilayah-wilayah Arab sebagai pangkalan untuk menyerang Iran.
Larijani juga mengatakan, AS dan Zionis juga merupakan musuh utama negara-negara Arab. AS-Zionis, kata Larijani tak akan pernah memberikan kesetiannya, dan tak akan pernah memberikan perlindungan kepada negara-negara Arab dan Islam. “Kalian tahu bahwa Amerika bukan kawan setia, dan bahwa Israel adalah musuh bagi kami, dan musuh bagi kalian,” begitu pesan Larijani.
Sumber: republika
Foto: Drone Shahed-136 milik Iran yang digunakan menyerang Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk/Foto: Iran Observer
Drone Iran Targetkan Pusat Pengembangan Teknologi Iron Dome Milik Israel
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar