Dokter Tifa Ngotot Tak Akan Damai dengan Jokowi, Bantah Ajukan Restorative Justice
Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa membantah isu dirinya ikut mengajukan restorative justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi.
Meski demikian, dia mengakui jika pernah ditawari mengajukan restorative justice (RJ) untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Adapun, isu tersebut mengemuka usai Rismon Sianipar meminta maaf ke Jokowi dan mengajukan RJ atas tudingan ijazah palsu.
Dokter Tifa itu menegaskan, dia tidak akan meminta maaf kepada Jokowi. Sebab, kata dia, hasil penelitiannya merupakan karya ilmiah yang sah.
"Yang terjadi pada saya selama kurang lebih satu tahun ini adalah kriminalisasi atas karya ilmiah, atas pekerjaan saya sebagai peneliti. Sehingga saya tidak perlu harus minta maaf kepada siapapun,” katanya kepada wartawan, mengutip Jumat 27 Maret 2026.
Menurutnya, hasil penelitian yang dituangkan dalam Jokowi’s White Paper itu telah valid.
Sebab, telah melalui proses ulasan oleh peneliti lain (peer review).
Sebelumnya, dia mengatakan, tawaran damai dengan Jokowi disampaikan tak lama dirinya mau melakukan wajib lapor di Polda Metro Jaya pada Kamis 29 Januari 2026.
Saat itu, ungkap dia, ada dua individu dari kubu Jokowi berinisial AA dan FA.
"Nah, pada waktu kami sedang duduk di lobi ruang pemeriksaan tersebut, ada dua orang ya, kita sebut ‘termul’ atau bukan? Inisial," ujarnya.
"Pokoknya termul-lah gitu ya. Ada dua orang, ya, berinisial AA dan FA, ya, itu yang mondar-mandir di ruangan tersebut. Nah, singkat cerita kemudian kami sapa," ungkapnya, mengutip Jumat 27 Maret 2026.
Seusai menyapa, lanjut dr Tifa, kedua orang itu langsung menghampiri mereka dan mengiming-imingi jalan damai ke "Solo".
"Kemudian mereka sampaikan kepada saya, 'Ayolah, Dok, Dokter Tifa nih yang belum ke Solo untuk RJ. Ayolah, Dok,' gitu ya, kurang lebih seperti itu. 'Ayolah, Dok, mau RJ dong,' gitu," sebutnya.
"'Ada lho temannya yang sudah tanda tangan untuk RJ', gitu. Ingat ya baik-baik teman-teman (wartawan) ya, itu tanggal 29 Januari 2026," sebut dr Tifa.
Dokter Tifa mengatakan, dirinya baru mengetahui salah satu rekannya yang mengajukan RJ adalah Rismon. Padahal saat itu Rismon belum memperlihatkan gelagat berdamai dengan Jokowi.
Tetapi kemudian tanggal 2 Maret 2026, sebut dia, seseorang yang disebut oleh dua orang, ya, AA dan FA itu, ternyata betul-betul melakukan RJ tanpa mereka berdua.
“Ya baik saya maupun Mas Roy Suryo, sama sekali tidak diberikan informasi," sesalnya. ***
Sumber: konteks
Foto: Dokter Tifa bantah ajukan RJ dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi (Foto: YouTube/Bambang Widjojanto)
Dokter Tifa Ngotot Tak Akan Damai dengan Jokowi, Bantah Ajukan Restorative Justice
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar