Breaking News

AS-Israel Terus Hancurkan Pangkalan Militer, Begini Cara Rudal-Rudal Iran Bisa Tetap Meluncur


Amerika Serikat (AS) mengklaim serangan gabungan bersama Israel ke Iran telah mengurangi kapasitas peluncuran rudal dan drone negara tersebut secara drastis.

Meski demikian, para ahli memperingatkan bahwa Teheran masih memiliki kemampuan yang cukup untuk memberikan hantaman mematikan bagi lawan-lawannya.

Gedung Putih pada Sabtu (14/3/2026) mengeklaim kapasitas rudal balistik Iran telah hancur secara fungsional dan angkatan lautnya tidak lagi efektif dalam pertempuran. "Operasi Epic Fury membuahkan hasil masif," tulis pernyataan tersebut, merujuk pada operasi militer yang dimulai sejak 28 Februari lalu.

Al Jazeera melaporkan, jumlah rudal dan drone yang ditembakkan Iran ke negara-negara Teluk dan Israel memang menunjukkan penurunan. Pada hari pertama perang,  Iran meluncurkan 167 rudal dan 541 drone ke Uni Emirat Arab (UEA). Sampai hari ke-15, hanya empat rudal dan enam drone yang ditembakkan.

Sementara, serangan rudal Iran terhadap Israel dilaporkan turun dari hampir 100 proyektil per hari menjadi angka satu digit dalam beberapa hari terakhir. Versi Pentagon, peluncuran rudal turun hingga 90 persen, sementara serangan drone berkurang 86 persen dibandingkan hari pertama pertempuran.

Memburu peluncur rudal Iran

Strategi utama AS-Israel adalah memburu peluncur (launcher) rudal Iran. Setiap peluncuran menciptakan jejak termal dan ledakan yang dapat ditangkap oleh radar dan satelit. Menurut pejabat militer Israel, sekitar 290 dari estimasi 440 peluncur rudal Iran telah berhasil dilumpuhkan.

Meski demikian, David Des Roches, profesor dari National Defense University, menilai sangat sulit untuk menghapus total kapasitas Iran tanpa adanya pasukan darat (boots on the ground). "Iran adalah negara yang sangat luas. Rudal-rudal tersebut disembunyikan di tempat-tempat non-militer sebelum perang dimulai, sehingga sulit diidentifikasi,"kata dia.

Hamidreza Azizi, ahli dari lembaga SWB Jerman, menilai Teheran tengah menjalankan strategi "perang atrisi" (perang urat syaraf/pengikisan). Kalkulasi sentral Teheran adalah membuat Israel dan negara teluk kehabisan amunisi pertahanan udara (seperti pencegat Iron Dome atau Patriot) sebelum Iran kehabisan stok rudal murahnya.

Meskipun pangkalan besar telah hancur, Iran mendesentralisasikan komando rudal mereka menggunakan peluncur seluler yang sulit dideteksi. "Ini adalah balapan melawan waktu. Tidak masalah berapa banyak yang Anda luncurkan, selama Anda bisa mempertahankan ancaman yang kredibel," ujar Muhanad Seloom dari Doha Institute.

Hantaman ekonomi

Dalam doktrin peperangan asimetris, Iran mengalihkan target dari pangkalan militer ke infrastruktur sipil dan komersial untuk menimbulkan beban ekonomi bagi musuhnya. Dampak ancaman tersebut terbilang nyata.

Harga minyak dunia saat ini melonjak di atas 100 dolar AS per barel, memicu kepanikan pasar global. Sementara itu, Qatar menghentikan produksi gas. Irak pun melaporkan penurunan produksi minyak hingga 70 persen.

Ratusan kapal di Selat Hormuz lumpuh karena ketakutan akan serangan. Vali Nasr, profesor dari Johns Hopkins University, menyimpulkan bahwa jika Iran berhasil terus menaikkan harga minyak global, hal itu akan memberikan kerusakan yang setara atau bahkan lebih besar bagi AS daripada bom-bom Amerika yang dijatuhkan di Iran.

Sumber: republika
Foto: Penampakan kerusakan setelah serangan rudal semalaman dilaporkan menghantam daerah perumahan dekat kota Shoham, Israel tengah, 14 Maret 2026/Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN

AS-Israel Terus Hancurkan Pangkalan Militer, Begini Cara Rudal-Rudal Iran Bisa Tetap Meluncur AS-Israel Terus Hancurkan Pangkalan Militer, Begini Cara Rudal-Rudal Iran Bisa Tetap Meluncur Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar