APBN Februari 'Gali Lubang Tutup Lubang': Beban Bunga Utang Tembus Nyaris Rp 100 Triliun!
Kinerja APBN awal tahun ini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, penerimaan pajak sukses melesat hingga 30%, namun di sisi lain, postur fiskal kita masih terjebak dalam skema "gali lubang tutup lubang".
Hingga Februari 2026, keseimbangan primer mencatatkan defisit Rp35,9 triliun.
Secara teknis, angka ini menjadi sinyal bahwa pemerintah harus menarik utang baru hanya untuk membayar pokok utang lama. Situasinya makin menantang dengan pembengkakan beban bunga utang.
Beban Bunga Utang vs Program Prioritas
Estimasi pembayaran bunga utang pada Februari saja sudah menyentuh Rp99,8 triliun. Angka ini setara dengan 16,64% dari pagu setahun dan melonjak 25,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Fakta mirisnya, beban bunga ini jauh melampaui penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hanya sebesar Rp44 triliun.
Bahkan, nilai ini mengalahkan total belanja subsidi dan kompensasi energi yang tercatat Rp51,5 triliun.
Ancaman Geopolitik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti risiko dari penutupan Selat Hormuz. Jika harga minyak dunia terkerek, subsidi energi dan biaya bunga utang dipastikan makin membengkak.
"Pemerintah juga terus memantau perkembangan geopolitik ini secara ketat, memastikan instrumen APBN bekerja secara responsif dan menjaga fiskal tetap prudent agar respons kebijakan tetap terukur guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat," ujar Purbaya, yang dilansir Jumat, 13 Maret 2026.
Opsi "Bersih-bersih" Belanja
Merespons tekanan ini, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan pemerintah agar tidak terburu-buru melakukan revisi APBN (APBN-P).
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurrahman, menekankan pentingnya efisiensi belanja daripada sekadar menyesuaikan angka.
"Banyak program belanja yang efektivitasnya rendah, tumpang tindih, atau lebih bersifat populis daripada produktif sehingga ruang efisiensi sebenarnya masih cukup besar," tegas Rizal.
Alih-alih sekadar mengubah angka di atas kertas, pemerintah didesak untuk melakukan realokasi belanja ke sektor yang memiliki multiplier effect ekonomi lebih tinggi demi menjaga kesehatan fiskal jangka panjang.***
Sumber: konteks
Foto: Beban bunga utang tembus Rp99,8 triliun. (Instagram @menkeuri)
APBN Februari 'Gali Lubang Tutup Lubang': Beban Bunga Utang Tembus Nyaris Rp 100 Triliun!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar