300 Lebih Tentara AS Terluka dalam Perang Iran, Sebagian Besar Alami Cedera Otak
Ratusan personel militer Amerika Serikat (AS) mengalami luka, dengan sebagian di antaranya dalam kondisi serius.
Menurut laporan yang dikutip dari Anadolu, total sebanyak 303 tentara AS mengalami cedera selama konflik dengan Iran berlangsung.
Seorang pejabat AS menyebutkan, dari jumlah tersebut 10 tentara dalam kondisi kritis dan 273 personel sudah kembali bertugas.
Sebagian besar korban dilaporkan mengalami cedera otak traumatis akibat dampak ledakan di medan tempur.
Serangan Drone Penyebab Utama
Sumber yang sama menjelaskan bahwa mayoritas luka disebabkan oleh drone serang satu arah dan amunisi peledak milik Iran.
Serangan ini tidak selalu mengenai langsung target, tetapi efek ledakan di sekitar lokasi cukup untuk melukai prajurit yang berada di area tersebut.
Metode serangan ini dinilai efektif dalam menimbulkan kerusakan tanpa harus kontak langsung, sekaligus meningkatkan risiko cedera serius bagi personel di lapangan.
Konflik Memanas Sejak Akhir Februari
Eskalasi perang meningkat tajam sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Serangan tersebut memicu korban besar, dengan lebih dari 1.340 orang dilaporkan tewas, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Balasan Iran Guncang Kawasan
Sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang serangan balasan menggunakan drone dan rudal.
Target serangan meliputi Israel, Yordania dan Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur penting serta mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk sektor energi dan penerbangan.***
Sumber: konteks
Foto: Ilustrasi/Net
300 Lebih Tentara AS Terluka dalam Perang Iran, Sebagian Besar Alami Cedera Otak
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar