Viral Lagi Tulisan Dwi Sasetyaningtyas Soal Ayah Kandung dan Mertua, Dendam Sushi Saat Hamil Memanas
Belum reda terpaan kritik terkait pernyataannya yang enggan sang anak
menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), rekam jejak digital Dwi
Sasetyaningtyas kini "dikuliti" habis oleh netizen.
Kali ini, perhatian publik tertuju pada unggahan lama sang alumnus beasiswa
negara tersebut yang membandingkan perlakuan ayah mertua dengan ayah
kandungnya sendiri.
Curhatan Dwi Sasetyaningtyas di media sosial miliknya tersebut kembali viral
setelah dibagikan ulang oleh akun X @hanif_ai pada Sabtu, 21 Februari
2026.
Dalam unggahan tersebut, perempuan yang akrab disapa Tyas ini menceritakan
pengalamannya saat hamil anak pertama di tengah masa studi S2 di Belanda.
Fasilitas Ajudan vs Dilarang Makan Sushi
nih kak lanjutannya malah makin keliatan klo ni org pick me abisssss pic.twitter.com/R4O61tZvHv
— ♡ (@wiwitwdyaa) February 21, 2026
Cerita bermula saat Tyas harus kembali ke Indonesia untuk mengerjakan tesis
di Pulau Sumba beberapa tahun lalu. Dia menceritakan betapa dirinya
dimanjakan oleh sang ayah mertua.
"Sepanjang di Sumba aku ditemenin sama Papa Mertuaku, dijagain, diurusin,
dikasih mobil-supir-hotel, sampe dikasih ajudan buat jagain aku," tulisnya
membanggakan sang mertua.
Kontras dengan fasilitas mewah di Sumba, konflik batin muncul saat dia
mampir ke Surabaya untuk mengunjungi orang tua kandungnya.
Tyas yang saat itu tengah hamil empat bulan mengaku sangat ingin makan sushi
karena harga makanan tersebut di Belanda sangat mahal. Namun, keinginan itu
ditolak mentah-mentah oleh ayah kandungnya.
"Susha sushi terosss, panganan mentah ngono ae lapo seh dituku, larang
pisan, gak usah!" (Sushi terus, makanan mentah gitu aja kenapa sih dibeli,
mahal sekali, tidak usah!), tulis Tyas menirukan teguran sang ayah dalam
bahasa Jawa.
Alih-alih menyantap sushi di restoran nyaman, Tyas mengaku dipaksa makan di
warung ikan bakar lesehan tanpa pendingin ruangan (AC) di tengah cuaca
Surabaya yang terik.
"Aku dimarahin dan cuma bisa nunduk di dalam mobil... Sekali lagi, Aku
datang dari Belanda, lagi hamil anak pertama empat bulan," keluhnya dalam
tulisan tersebut.
Sulit Memaafkan Hingga ke Psikolog
Poin yang paling memancing reaksi keras netizen adalah pengakuannya mengenai
dampak psikologis dari kejadian tersebut.
Tyas menyebutkan bahwa momen dilarang makan sushi itu menjadi kenangan
terakhirnya bersama sang ayah yang meninggal dunia satu bulan kemudian, saat
dirinya sudah kembali ke Belanda.
Meski sang ayah telah tiada, Tyas mengaku masih menyimpan luka batin yang
mendalam terkait insiden tersebut. Dia bahkan mengeklaim harus berkonsultasi
dengan profesional untuk mengatasi rasa kecewanya.
"Sampe sekarang aku bolak balik ke psikolog CUMA BUAT MEMAAFKAN perilaku
bapakku," tegasnya dalam unggahan tersebut.
Unggahan ini pun dibanjiri komentar pedas dari warganet. Banyak yang menilai
Tyas sebagai sosok yang kurang bersyukur dan memiliki sindrom "pick
me".
Warganet menganggap permintaannya untuk memaafkan perilaku sang ayah hanya
karena urusan makanan adalah hal yang berlebihan, apalagi mengingat status
sang ayah yang sudah meninggal dunia.
"Kirain menderita banget jadi WNI. Ternyata hanya orang yang nggak bersyukur
aja," tulis akun @hanif_ai dalam takarir unggahannya yang telah dilihat
lebih dari 2,4 juta kali.
Munculnya kembali tulisan ini seolah memperkeruh suasana bagi Tyas.
Sebelumnya, alumni Teknik Kimia ITB ini sudah menjadi bulan-bulanan publik
lantaran konten video paspor Inggris anaknya yang dianggap tidak
nasionalis.
Padahal, dia merupakan lulusan S2 di Belanda yang dibiayai penuh oleh negara
melalui dana LPDP.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan terbaru dari pihak Dwi Sasetyaningtyas
mengenai viralnya kembali unggahan soal keluarga tersebut.
Namun, jejak digital ini semakin menguatkan sentimen negatif publik terhadap
integritas dan empati sang influencer lingkungan tersebut.
Sumber:
suara
Foto: Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP terciduk pamer fasilitas Negara.
(threads)
Viral Lagi Tulisan Dwi Sasetyaningtyas Soal Ayah Kandung dan Mertua, Dendam Sushi Saat Hamil Memanas
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar