Breaking News

Tiyo Ardianto, Ketua BEM KM UGM yang Diteror Seusai Kritik Prabowo Tak Bisa Lindungi Anak Indonesia


Profil Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) 2025, terangkum dalam artikel di bawah ini.

Sebelumnya Konteks mengabarkan, Tiyo Ardianto mengalami intimidasi. Aktivis mahasiswa itu melaporkan adanya rentetan teror digital hingga penguntitan fisik.

Insiden ini terjadi seusai dirinya melayangkan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sehubunnga isu kegagalan perlindungan anak.

Aktivis Mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah

Tiyo merupakan mahasiswa Fakultas Filsafat Angkatan 2021 kelahiran Kudus, Jawa Tengah.

Sekadar catatan, ia masuk UGM bukan sebagai jebolan sekolah menengah negeri atau swasta biasa. Namun lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus.

Sepanjang waktu memimpin BEM UGM, teman-temannya mengenal dia sebagai sosok independent yang acapkali terlibat pada berbagai pergerakan mahasiswa.

Tak heran Tiyo kritis terhadap kekuasaan dan politik praktis. Nah karena kekritisannya itu, ia terpilih sebagai Ketua BEM UGM.

Sikap kritisnya diperlihatkan saat mengikuti Musyawarah Nasional XVIII Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan di Padang. Tiyo Ardianto tegas menyatakan UGM keluar dari organisasi itu.

Ketua BEM UGM itu keluar dari BEM SI lantaran kecewa menyaksikan Munas yang malah diramaikan dengan kehadiran pejabat politik dan negara.

Ia melontarkan kritik pedas terkait kedekatan BEM SI dengan penguasa yang dianggap tidak mencerminkan nilai perjuangan mahasiswa yang sepatutnya berdiri di luar garis pengaruh kekuasaan.

Saat itu Tiyo menegaskan, BEM KM UGM ingin tetap berpegang pada komitmen gerakan rakyat tanpa intervensi dari pihak manapun. Mereka juga bersikap independen tanpa harus masuk dalam struktur yang mempunyai kepentingan politik.

Dirinya juga mengutuk atas insiden kekacauan yang terjadi pada musyawarah nasional itu. Termasuk kejadian bentrokan yang membuat sejumlah mahasiswa terluka.

Tiyo pun menyatakan tak ada jabatan yang patut diperebutkan melalui kekerasan yang merusak kesatuan gerakan.

Ia dikenal aktif menjalin komunikasi lintas kampus dan berkomitmen supaya gerakan mahasiswa lebih melebur dengan rakyat secara mandiri, tanpa komando yang berpotensi memangkas independensi gerakan.

Kritik Keras Tiyo untuk Prabowo

Tiyo Ardianto mengaku mendapatkan pesan ancaman penculikan via WhatsApp dari nomor berkode luar negeri, tepatnya Inggris.

Bukan hanya itu, ia juga dituduh sebagai agen asing yang sedang "cari panggung" melalui narasi sampah.

Tanggal Kamis 12 Februari 2026, Tiyo Ardianto mengungkap dirinya sempat dikuntit oleh dua orang tidak dikenal saat sedang berada di sebuah kedai.

“Mereka memotret dan bergegas pergi,” ungkap Tiyo saat menjelaskan situasi pasca-munculnya ancaman penculikan tersebut.

Surat Terbuka untuk UNICEF, Beritahu Prabowo’

Pemicu teror ini diduga kuat adalah surat terbuka yang dikirimkan BEM UGM kepada UNICEF pada 6 Februari lalu.

Surat tersebut merespons tragedi bunuh diri seorang siswa SD di NTT yang diduga frustrasi karena tak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000.

Ia menilai peristiwa tersebut adalah bukti nyata kegagalan negara dalam menjamin hak pendidikan. Bahkan menyebut prioritas anggaran pemerintah lebih condong ke kebijakan populis ketimbang menyelesaikan kemiskinan struktural.

“Presiden Prabowo hidup dalam imajinasinya sendiri. Help us to tell Prabowo Subianto how stupid he is as president,” tegas Tiyo dalam surat yang kini viral di media sosial tersebut. ***

Sumber: konteks
Foto: Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM diancam diculik susai melaporkan ke UNICEF soal tragedi anak di NTT. X @tiyoardiyanto_) (Foto: X @tiyoardiyanto_)

Tiyo Ardianto, Ketua BEM KM UGM yang Diteror Seusai Kritik Prabowo Tak Bisa Lindungi Anak Indonesia Tiyo Ardianto, Ketua BEM KM UGM yang Diteror Seusai Kritik Prabowo Tak Bisa Lindungi Anak Indonesia Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar