Ternyata Prabowo Meniru MBG dari Amerika Serikat dan Eropa
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagasnya di Indonesia terinspirasi dari pengalaman Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa dalam menyediakan layanan makan bagi anak-anak.
Prabowo mengungkapkan hal itu dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu 18 Februari 2026.
"Saya menjalankan Program Makan Gratis, yang pada dasarnya saya tiru atau pelajari dari pengalaman Amerika dan Eropa yang telah melakukannya selama bertahun-tahun," katanya.
Program tersebut, kata Prabowo, merupakan bagian dari proses demokratisasi yang nyata. Di mana, manfaat demokrasi harus dapat dirasakan langsung masyarakat melalui layanan pendidikan dan kesehatan.
Orang nomor satu di RI itu lantas menyinggung perjalanan politiknya sebelum terpilih sebagai presiden pada 2024.
Dia mengatakan, mengikuti kontestasi pemilihan presiden sebanyak lima kali, yakni pada 2004, 2009, 2014, 2019, dan 2024.
Pengalaman mengelilingi desa selama masa kampanye membuka mata terkait persoalan stunting di Indonesia.
Pranbowo mengaku terkejut melihat banyak anak di desa yang bertubuh kecil dibandingkan usia sebenarnya.
"Saya baru tahu bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting (tengkes). Sel otak mereka tidak optimal, begitu juga sel tulang dan otot mereka. Mereka akan menjadi sangat lemah secara fisik saat tumbuh dewasa," tuturnya.
Kondisi itu, kata dia, tak bisa dibiarkan. Dia pun menyoroti kesenjangan antara kelompok sangat kaya dan masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan.
"Saya juga melihat kesenjangan antara yang sangat kaya di puncak dengan rakyat saya yang masih mengalami kemiskinan," ucapnya.
"Hal ini membuat saya semakin bertekad untuk memiliki kebijakan yang dapat segera meringankan masalah ini," imbuhnya.
Prabowo menyampaikan, pemerintah melakukan penghematan dari inefisiensi dan penyalahgunaan anggaran negara untuk membiayai program tersebut.
Dana tersebut kemudian dialokasikan ulang untuk mendanai program MBG.
"Saya melakukannya dengan menggunakan penghematan yang kami hasilkan dari inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara," ujarnya.
Beberapa bulan program berjalan, perwakilan dari Rockefeller Institute of Government datang ke Jakarta untuk mempelajari program makan gratis tersebut.
Prabowo mengatakan, berdasarkan penelitian lembaga tersebut, setiap US$1 atau senilai Rp16.932 yang dibelanjakan untuk makan gratis anak-anak dapat menghasilkan imbal balik sedikitnya US$7 atau setara dengan Rp118.524 (asumsi kurs Rp16.932 per dolar AS), bahkan dalam jangka panjang hingga 35 kali lipat.
"Untuk setiap US$1 yang dihabiskan untuk makan gratis bagi anak-anak, imbal hasilnya (return) menurut penelitian mereka setidaknya US$7, bahkan dalam jangka panjang bisa memberikan imbal hasil hingga 35 kali lipat," pungkasnya.***
Sumber: konteks
foto: Presiden Prabowo sebut MBG meniru apa yang dilakukan Amerika Serikat dan negara Eropa (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Ternyata Prabowo Meniru MBG dari Amerika Serikat dan Eropa
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar