Breaking News

Sindikat Judol Minta Maaf di Depan Publik Sesaat sebelum Eksekusi Mati


Kelompok atau sindikat judi online (judol) dan penipuan daring asal China yang dikenal sebagai sindikat Ming, minta maaf maaf di depan publik beberapa saat sebelum eksekusi mati.

Jaringan kriminal ini sebelumnya beroperasi di wilayah Kokang, Myanmar.

Dalam video yang dirilis CCTV belum lama ini, tampak cucu pemimpin kelompok, Ming Zhenzhen, berdiri di depan Pengadilan Rakyat Menengah di Wenzhou.

Dengan suara tenang, dia mengungkapkan penyesalan atas keterlibatannya dalam bisnis kriminal yang dijalankan keluarga.

“Sekarang saya sangat sadar akan kesalahan dan menyesal atas kebodohan dan ketidaktahuan di masa lalu,” katanya.

“Saya minta maaf dan siap bertanggung jawab atas apa yang seharusnya saya tanggung,” dia menambahkan.

Tokoh lain dari jaringan berbeda, Bai Yincang dari keluarga Bai, juga menyampaikan permintaan maaf di Pengadilan Rakyat Menengah di Shenzhen.

Ia menggambarkan bagaimana hidupnya dipenuhi rasa takut sebelum diekstradisi dari Myanmar.

“Saya ingin minta maaf kepada rakyat China dan pemerintah atas nama seluruh keluarga,” ujarnya.

“Tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu orang China. Saya sangat menyesal.”

Kedua keluarga tersebut diketahui membangun kompleks penipuan di Kokang dengan operasi kasino, judi online, pemerasan, penahanan ilegal, hingga pembunuhan.

Sindikat Ming dikaitkan dengan pembunuhan 14 warga China, sementara keluarga Bai terlibat dalam pembunuhan enam orang.

Sebelas anggota kelompok Ming dan empat dari keluarga Bai dijatuhi hukuman mati pada 2025, dan eksekusi dilaksanakan akhir Januari 2026.***

Sumber: konteks
Foto: Ming Zhenzhen minta maaf sebelum menjalani eksekusi hukuman mati. (Istimewa)

Sindikat Judol Minta Maaf di Depan Publik Sesaat sebelum Eksekusi Mati Sindikat Judol Minta Maaf di Depan Publik Sesaat sebelum Eksekusi Mati Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar