Siapakah Putri Kim Jong Un, Sosok Kuat Penerus Kekuasaan Korea Utara?
Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong Kweun menyebut Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara menunjuk Kim Ju Ae sebagai penerus. Jika Ju Ae diangkat dalam waktu dekat, maka ia akan menjadi pemimpin perempuan pertama di Korea Utara.
Menurut pemberitaan Channel News Asia, pernyataan Lee tersebut disampaikan setelah ia menerima pengarahan dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS).
Kemunculan Kim Ju Ae dalam berbagai kegiatan penting, mulai dari parade militer, kunjungan diplomatik tingkat tinggi hingga kongres partai, dipandang banyak kalangan sebagai bagian dari proses legitimasi politiknya.
Profil Kim Ju Ae
Kim Ju Ae lahir sekitar tahun 2012 atau 2013. Ia adalah putri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan istrinya Ri Sol Ju. Ju Ae adalah anak kedua dari Kim Jong Un dan Ri Sol Ju. Ia mempunyai kakak laki-laki dan adik perempuan.
Nama “Ju Ae” pertama kali mencuat pada 2013 setelah mantan bintang NBA Dennis Rodman mengaku pernah menggendong bayi mereka saat berkunjung ke Pyongyang.
Namun, otoritas Korea Utara tidak pernah memverifikasi klaim tersebut. Ketidakjelasan ini mencerminkan tertutupnya sistem politik Korea Utara, terutama terkait keluarga inti penguasa.
Kemunculan publik pertama Kim Ju Ae terjadi pada 18 November 2022 saat ia mendampingi ayahnya dalam uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17.
Media pemerintah menampilkan foto-foto dirinya berjalan berdampingan dengan Kim Jong Un, sebuah simbolisme kuat di tengah meningkatnya ketegangan militer di Semenanjung Korea.
Pada awalnya, media menyebutnya sebagai “putri tercinta” dan “putri yang berharga”, namun kemudian menggunakan istilah “yang dihormati”, gelar yang biasanya diperuntukkan bagi figur tertinggi dalam hierarki negara.
Perubahan diksi ini memicu spekulasi luas di kalangan analis bahwa ia tengah dipersiapkan sebagai penerus dinasti Kim, yang dikenal dengan sebutan garis keturunan “Paektu”.
Sejak debut tersebut, Kim Ju Ae secara konsisten hadir dalam parade militer, perayaan Hari Bintang Bersinar (ulang tahun Kim Jong Il), hingga peringatan berdirinya Republik Rakyat Demokratik Korea.
Sepanjang 2023 hingga 2025, intensitas kemunculannya meningkat. Ia tampil dalam berbagai seremoni penting, termasuk perayaan tahun baru di Stadion May Day Pyongyang serta peringatan hari jadi Partai Buruh Korea.
Pada 2025, ia melakukan penampilan publik pertamanya di luar negeri dengan menghadiri parade kemenangan di Beijing yang memperingati 80 tahun kemenangan China atas Jepang dalam Perang Dunia II.
Kehadirannya di acara internasional tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa posisinya tidak lagi sekadar simbol domestik, melainkan bagian dari diplomasi strategis Korea Utara.
Spekulasi tentang masa depannya semakin menguat ketika Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) melaporkan bahwa Kim Ju Ae telah memasuki tahap “penunjukan penerus”.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa selain sering tampil dalam acara militer, ia juga diduga mulai dilibatkan dalam diskusi kebijakan negara. Pengamat menilai bahwa dalam sistem politik yang sangat simbolik seperti Korea Utara, penempatan posisi berdampingan dengan pemimpin, bahkan kadang tampak setara dalam bingkai foto resmi, bukanlah kebetulan.
Namun, ada pula analis yang meragukan kemungkinan ini, mengingat tradisi patriarki yang kuat di negara tersebut serta usia Kim Ju Ae yang masih sangat muda.
Sumber: tirto
Foto: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan putrinya Kim Ju Ae berdiri di meja resepsionis hotel/KCNA VIA REUTERS
Siapakah Putri Kim Jong Un, Sosok Kuat Penerus Kekuasaan Korea Utara?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
%20dan%20putrinya%20Kim%20Ju%20Ae.jpg)
Tidak ada komentar